Sebatang Pohon pun Rindu Kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

كان الحسن البصري رحمه الله إذا حدّث
بحديث حنين الجذع بكى، وقال:

الخشبة تحنّ إلى رسول الله ﷺ شوقاً إليه
فأنتم أحقّ أن تشتاقوا إليه

Ketika Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menyebutkan sebuah hadits tentang batang pohon yang menangis karena rindunya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata:

“Batang kurma saja bisa rindu kehilangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka seharunya kalian lebih layak untuk rindu kepada beliau.” (Fath Al-Bari, 6: 697)

Berikut adalah sebuah hadits yang menceritakan bagaimana kerinduan batang pohon tersebut. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu,

أنَّ امْرَأَةً مِنَ الأنْصَارِ قالَتْ لِرَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: يا رَسولَ اللَّهِ ألَا أجْعَلُ لكَ شيئًا تَقْعُدُ عليه، فإنَّ لي غُلَامًا نَجَّارًا قالَ: إنْ شِئْتِ، قالَ: فَعَمِلَتْ له المِنْبَرَ، فَلَمَّا كانَ يَوْمُ الجُمُعَةِ قَعَدَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ علَى المِنْبَرِ الذي صُنِعَ، فَصَاحَتِ النَّخْلَةُ الَّتي كانَ يَخْطُبُ عِنْدَهَا، حتَّى كَادَتْ تَنْشَقُّ، فَنَزَلَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ حتَّى أخَذَهَا، فَضَمَّهَا إلَيْهِ، فَجَعَلَتْ تَئِنُّ أنِينَ الصَّبِيِّ الذي يُسَكَّتُ، حتَّى اسْتَقَرَّتْ، قالَ: بَكَتْ علَى ما كَانَتْ تَسْمَعُ مِنَ الذِّكْرِ.

Ada seorang wanita Anshor berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, bolehkan saya membuatkan sesuatu untukmu sehingga engkau dapat duduk di atasnya? Sesungguhnya anak saya adalah seorang tukang kayu.” Rasulullah pun menjawab, “Silahkan jika engkau mau.”

Maka wanita tersebut pun membuatkan beliau sebuah mimbar. Pada hari Jum’at Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun duduk di atas mimbar yang telah dibuatkan tadi. Lalu batang kurma yang biasa beliau berkhutbah menangis keras hingga hampir-hampir saja batang kurma itu terbelah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun turun kemudian memegang dan memeluknya. Setelah itu, mulailah batang pohon itu mengerang seperti erangan anak kecil yang sedang diredakan tangisannya sampai ia terdiam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Ia menangis karena dzikir yang dulu biasa ia dengar.” (HR. Bukhari no. 2095)

Masya Allah, dia Rindu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia rindu mendengarkan wejangan dan nasihat-nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya kita lebih layak merindukan beliau.

Jika engkau benar-benar rindu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka dengarkanlah perintah, larangan, dan nasihat-nasihat dari beliau shallalllahu ‘alaihi wasallam dan amalkanlah.

Sungguh kita lebih layak rindu mendengarkan dan mengamalkan apa-apa yang beliau sampaikan kepada kita dari hadits-hadits beliau ketimbang sebuah batang pohon kurma.

JOIN CHANNEL BERMANFAAT:
✅ Rumah Bahagia
» t.me/rumahbahagiapasutri
✅ Kalender Hijriyah
» t.me/kalenderhijriyyah
✅ Cinta Bahasa Arab
» t.me/alarabiia
✅ Tafsir As-Sa’di
» t.me/tafsirassadiy
✅ Shirotul Mustaqim
» t.me/shirotulmustaqim
✅ Mufrodat Bahasa Arab
» t.me/almufrodat

👍 Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

🌿🌿🌿
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

You might also like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *