Kategori: Keluarga

Diangkat dari kisah nyata
Penulis: Tim SM

Di suatu sore, tersedia 3 buah kue kecil di suatu rumah mungil yang dihuni oleh ayah, ibu, dan anaknya yang masih kecil.

Tiga buah kue tadi satu untuk ayah, satu untuk Ibu, dan satu untuk anak.

Karena sang Ayah belum pulang dari pekerjaannya, dimakanlah lebih dulu dua buah kue oleh ibu dan anaknya. Tersisalah satu kue yang memang diperuntukkan untuk sang Ayah.

Tidak berapa lama sang Ayah pulang. Sontak sang Anak loncat bersegera menyambut ayahnya sambil membawa satu kue yang tersisa, dan berkata:

“Ayah kue ini buat aku yah…” rayunya.

“Iya makan saja buat Dede…” jawab sang Ayah sambil tersenyum melihat pongkah anaknya.

“Masya Allah… baik banget ayah dede. Doain buat ayah dong, kan udah dikasih kue” sahut sang Ibu kepada anaknya.

“Ayah mau minta doa apa?” tanya sang Anak kepada ayahnya.

“Apa aja yang baik-baik terserah Dede.” jawab sang Ayah.

Tak banyak berpikir sang anak langsung berdoa, “Ya Allah… semoga ayah dimasukkan ke surga.”

“Aamiin….” jawab sang Ayah dengan perasaan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Mendengar doa yang begitu besar, sang Ibu iri dan berkata, “Doa buat ibu mana?”

“Ya Allah… semoga ibu dimasukkan ke surga” sang Anak berdoa lagi. “Aamiin” jawab Ayah dan Ibu dengan mata berkaca-kaca.

– SELESAI –

😭😭😭
Masya Allah….. Kue kecil berbalas surga…. Doa yang sangat menyentuh dari seorang anak kecil untuk ayah dan ibunya. Yuk tanamkan hati anak untuk senantiasa terikat dengan akhirat.

Sebarkan yah semoga menginspirasi para Ayah dan Ibu dalam mendidik anaknya agar hati sang anak senantiasa terpaut dengan akhirat dan rindu terhadap surga.

Bagi yang memiliki kemampuan untuk membuat *Film Pendek*, kami harap ada di antara sahabat SM yang mau membuatkan film pendeknya secara sukarela, dengan catatan tidak menampilkan aurat dan wajah wanita (memakai hijab sempurna dan cadar).

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kosakata B. Arab: t.me/almufrodat
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Rumah tangga yang penuh dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah dapat diraih dengan membangun keluarga di atas dasar-dasar yang benar, tujuan-tujuan agung, dan cara-cara yang baik. Rumah tangga itu seharusnya menjadi markas utama penyemaian benih-benih keimanan, penanaman akidah yang kokoh.

Simak penjelasan selengkapnya pada rubrik berikut ini

Rubrik: Keluarga Sakinah
Judul: Menabur Benih-benih Keimanan di Dalam Rumah Tangga
Pemateri: Ust. Arifin, S.H.I.

Ukuran: 9.2 MB
Durasi: 26:44 menit

Simak penjelasan Menabur Benih-benih Keimanan di Dalam Rumah Tangga melalui audio player berikut:

atau klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

Selamat menyimak.

Read Full Article

PENGERTIAN MASA IDDAH.

Masa iddah adalah istilah yang diambil dari bahasa Arab dari kata (العِدَّة) yang bermakna perhitungan (الإِحْصَاء). [1] Dinamakan demikian karena seorang menghitung masa suci atau bulan secara umum dalam menentukan selesainya masa iddah.

Menurut istilah para ulama, masa iddah ialah sebutan atau nama suatu masa di mana seorang wanita menanti atau menangguhkan perkawinan setelah ia ditinggalkan mati oleh suaminya atau setelah diceraikan baik dengan menunggu kelahiran bayinya, atau berakhirnya beberapa quru’, atau berakhirnya beberapa bulan yang sudah ditentukan.[2]

Ada yang menyatakan, masa iddah adalah istilah untuk masa tunggu seorang wanita untuk memastikan bahwa dia tidak hamil atau karena ta’abbud atau untuk menghilangkan rasa sedih atas sang suami.[3]

HIKMAH ‘IDDAH [4]

Para ulama memberikan keterangan tentang hikmah pensyariatan masa iddah, diantaranya:

Read Full Article

Rumah tangga harmonis merupakan dambaan bagi setiap mukmin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi teladan kepada kita mengenai cara membina keharmonisan rumah tangga. Sunnguh pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam terdapat teladan yang baik.

Simak pembahasan selengkapnya pada rubrik berikut:

Materi: Membina Rumah Tangga Harmonis

Rubrik: Keluarga Sakinah
Pemateri: Ust. Arifin, S.H.I.

Ukuran: 7.8 MB
Durasi: 22:24 menit

Klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

 

Read Full Article