Kategori: Motivasi Islami

Dari Zubair bin Al-Awwam radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ ، فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ الِاسْتِغْفَارِ

“Siapa yang senang agar lembaran catatan amalnya akan menggembirakannnya, maka hendaklah ia memperbanyak istighfar.” (Shahih Al-Jaami’ No 5955)

أَسْتَغْفِرُ اللّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّهَ
أَسْتَغْفِرُ اللّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّهَ
أَسْتَغْفِرُ اللّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللّهَ

Manfaatkan HP Smatphonemu untuk menimba ilmu-ilmu Islam.

*Shirotul Mustaqim Telegram*
Join t.me/shirotulmustaqim

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Al-Qur’an adalah cahaya yang selalu menerangi para pembacanya, cahaya yang akan menerangi hati,cahaya yang akan terpancar di wajah orang-orang beriman, dan cahaya penerang di gelapnya titian shirot di punggung neraka Jahannam pada hari kiamat kelak.

Bukan hanya itu, rumah yang selalu dibaca di dalamnya Al-Qur’an akan selalu bersinar yang cahayanya bisa terlihat oleh para penduduk langit dari kalangan malaikat yang mulia.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وإنَّ البيتَ لَيُتْلَى فيه القرآنُ ؛ فيتراءَى لأهل السماءِ كما تتراءَى النجومُ لأهل الأرضِ

“Sesungguhnya rumah yang dibaca di dalamnya Al-Qur’an, niscaya cahayanya akan jelas terlihat oleh para penduduk langit laksana bintang-bintang di langit yang jelas terlihat oleh penduduk bumi.” (HR. Ahmad)

Marilah kita baca Al-Qur’an di rumah-rumah kita…

Jangan kita redupkan cahaya Al-Qur’an di rumah kita….

Al-Qur’an adalah sebaik-baik cahaya…

اللّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجِلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

Ust Abdul Rohim Lili, Lc.

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sesungguhnya setiap manusia sedang melakukan perniagaan dengan Alloh Ta’ala di dunia yang singkat ini.

Dalam perniagaannya manusia membutuhkan modal, dan modal perniagaannya diberikan langsung oleh Alloh Ta’ala. Dengan modal ini, ada yang mendapatkan keuntungan tanpa batas dan ada juga manusia yang merugi luar biasa. Semuanya dicatat dengan rinci oleh Alloh Ta’ala tanpa ada yang dirugikan sedikitpun.

Ada tiga modal utama perniagaan manusia adalah :

Pertama: Waktu

Setiap manusia diberikan waktu yang sama, manusia yang pandai mengisi waktunya dengan iman dan amal sholih. Manusia yang cerdas tidak melewati waktunya dengan amalan yang sia-sia.

Kedua: harta

Hakikatnya manusia adalah makhluk yang fakir, kepadanya Alloh Ta’ala titipkan amanah harta kekayaan. Dengan harta itu, manusia diperintahkan berinfak, menunaikan zakat, bershodaqoh dan beramal ibadah lainnya.

Ketiga: Jasmani dan rohani

Alloh Ta’ala memberikan jasmani, rohani dan panca indera bagi manusia agar digunakan untuk beribadah kepada-Nya. Diberikan lisan agar manusia membaca Al Qur’an, berdzikir, berdo’a dan bertasbih memuji Alloh Ta’ala. Dikaruniai kepala agar manusia bersujud hanya kepada-Nya, diberikan kedua tangan agar berbuat kebaikan, diberikan agar manusia berjalan di muka bumi membela agama Alloh Ta’ala.

Sungguh beruntung orang beriman. Modal perniagaannya diberikan oleh Alloh, seluruh perniagaannya dibeli oleh-Nya, dan Alloh Ta’ala juga yang memberikan keuntungan yang luar biasa berupa surga nan indah.

Alloh Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang selalu *membaca kitab Alloh, mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan* kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.(QS. Fathir: 29)

Keuntungan dari Alloh Ta’ala yang sangat mulia ini hanya pantas didapatkan oleh para “pedagang kelas tinggi”, yaitu mereka yang mencurahkan segenap waktu, jiwa, raga dan harta mereka *semata-mata ikhlas hanya karena Alloh Ta’ala* bukan untuk yang lainnya.

اللهُمَّ وَفِّقْنَا لِصَالِحِ الأَعْمَالِ

– Ust. Abdurrohim Lili, Lc. –

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, kehidupan dan kebahagiaan yang sejati adalah kehidupan dan kebahagiaan akhirat.

Sedangkan kehidupan dunia adalah kesenangan yang singkat dan penuh dengan tipuan. Kesenangan dunia sangat sementara dan sungguh sedikit sekali jika dibandingkan dengan kenikmatan surga.

Begitu pula kesusahan dunia sifatnya sementara dan tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kesengsaraan di akhirat.

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ؤْتَى بِأَنْعَم أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً ، ثُمَّ يُقَالُ : يَا ابْنَ آدَمَ؛ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ يَا رَبِّ.
وَ يُؤْتَى بِأَشَدِّ النَاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صِبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ، مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطٌّ، وَ لَا رَأَيْتُ شِدَّةٌ قَطٌّ.

“Pada hari kiamat akan dihadirkan orang yang paling merasakan nikmat di dunia dari kalangan penduduk neraka. Kemudian ia dicelupkan sekali ke dalam neraka lantas ditanyakan padanya, ‘Hai manusia, apakah kamu pernah melihat kebaikan, apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb-ku.’

Dan dihadirkan orang yang paling sengsara di dunia dari kalangan penduduk surga lalu dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Ditanyakan padanya, ‘Wahai manusia, pernahkah kamu melihat satu penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesulitan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, aku tidak pernah merasakan penderitaan sama sekali dan aku tak pernah melihat adanya kesulitan sedikitpun.’” (HR. Muslim)

*Join channel kami lainnya:*
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

👍 Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

🌿🌿🌿
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sesungguhnya kunci kebahagiaan ada tiga, yaitu berislam dengan benar, rizki yang cukup, dan hati yang qonaah.

Berislam dengan benar adalah kunci kebahagiaan akhirat, karena surga diharamkan oleh Allah ta’ala kecuali bagi hamba-hambaNya yang muslim.

Adapun kebahagiaan dunia, kuncinya ada dua yaitu rizki yang cukup dan hati yang qonaah.

Rizki yang halal dan cukup merupakan penopang kebahagiaan. Yang namanya cukup tidak mesti banyak dan melimpah.

Adapun hati yang qona’ah adalah hati yang puas dan ridho dengan pemberian Allah ta’ala. Senantiasa bersyukur dan meyakini apa yang Allah tetapkan baginya adalah yang terbaik sehingga jiwanya merasa tenteram.

Ridho adalah surga dunia dan tempat peristirahatan orang-orang yang mengenal Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

طوبى لِمَن هُدِي إلى الإسلامِ وكان عيشُه كَفافًا وقنَّعه اللهُ به

“Sungguh berbahagialah orang yang diberi hidayah untuk memeluk Islam, dan penghidupannya cukup serta ia merasa qona’ah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban)

Semoga Allah ta’ala menganugerahkan kebahagiaan kepada kita di dunia dan di akhirat. Aamiin

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, salah satu amalan yang dapat menyelamatkan seorang mukmin dari siksa neraka adalah bersedekah.

Jika seseorang memiliki kekayaan, ia bisa bersedekah dalam jumlah besar. Dan jika ia memiliki sedikit harta, ia masih bisa bersedekah meskipun hanya sedikit. Bahkan jika tak punya harta sedikitpun, ia pun bisa bersedekah dengan perkataan yang baik.

Dari Adi bin Hatim radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اتَّقُوا النَّارَ ولو بشِقِّ تَمْرَةٍ، فمَن لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma. Barangsiapa tidak mempunyai separuh kurma, maka dengan kata-kata yang baik.” (HR. Bukhori Muslim)

Kata “sebutir kurma” dalam hadits ini merupakan kiasan tentang amalan yang ringan di mata manusia, namun bernilai tinggi pada pandangan Allah ta’ala.

Allah ta’ala tidak akan menyia-nyiakan amalan para hamba-Nya yang beramal sekecil apapun, bahkan Allah melipatkangadakan pahalanya tanpa perhitungan.

Jadi bersedekah tidak selalu harus banyak, maka jangan tinggalkan sedekah meskipun dengan sesuatu yang kecil. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan selagi masih diberi kesempatan.

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

 قال ابن مسعود رضي الله عنه:

ما منكم إلّا ضيف، وماله عارية
فالضّيف مرتحل،
والعارية مؤدّاة إلى أهلها

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

“Tidak ada seorangpun dari kalian melainkan hanya seorang tamu. Dan harta yang dimilikinya hanyalah suatu pinjaman. Seorang tamu pasti akan pergi, sedangkan barang pinjamannya akan kembali kepada pemiliknya.”_ (Shifatush Shofwah: 1/418)

– SM/SahabatHijrah –

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Kemungkaran itu bertransformasi (jika didiamkan). Awalnya kemaksiatan mulai muncul (dan menjadi biasa di masyarakat), kemudian menjadi sesuatu yang diwariskan (diikuti oleh generasi setelahnya), kemudian (lambat laun dia akan berubah seolah-olah) menjadi bagian dari agama.

Oleh karena itu, wajib atas kita untuk mengingkari kemungkaran (di awal munculnya) sebelum dia sempat bertransformasi.

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

 

“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya”. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji”. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(QS. Al-A’raf Ayat 28)

– Syaikh Ath-Thorifi, diterjemahkan oleh SM –

Join channel kami lainnya
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Semua orang di dunia ini punya masalahnya sendiri-sendiri. Dalam kehidupan di dunia, manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan. Ini adalah sunnatullah, berlaku bagi orang beriman maupun kafir.

Orang yang bahagia bukankah orang yang tidak punya masalah, tapi orang yang bahagia adalah orang bisa bersabar dan ridho terhadap takdir Allah atas masalah dan musibah yang dialaminya.

Allah ta’ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

_“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”_ *(Qs At Taghaabun: 11)*

Ibnu Katsir mengatakan, _“Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.”_ *(Tafsir Ibnu Katsir, 8/137)*

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kita semua. Kejahatan setan kepada Bani Adam sangat berbahaya. Bahayanya tidak hanya sebatas di dunia saja, tetapi berlanjut sampai alam akhirat.

Hendaknya kita melindungi diri-diri kita dari kejahatannya. Salah satu benteng yang dapat menjaga kita dari penguasaan setan adalah mendirikan shalat berjamaah di lingkungan di mana kita tinggal.

Lingkungan mana saja yang tidak dikumandang adzan dan tidak ditegakkan shalat berjamaah, niscahya para penduduk daerah itu akan dikuasai setan.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan, jika ada tiga orang saja yang tinggal di suatu dusun. lalu mereka tidak mendirikan shalat berjamaah, maka pasti setan akan menguasai mereka.

Lalu bagaimana dengan 100 orang yang tinggal di suatu daerah, namun tidak ditegakkan syiar shalat berjamaah di dalamnya?

Abu Darda radliallahu ‘anhu meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ ثَلاثَةٍ فِي قَرْيةٍ ، وَلاَ بَدْوٍ ، لا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلاَةُ إلاَّ قَد اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِم الشَّيْطَانُ . فَعَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ ، فَإنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الغَنَمِ القَاصِيَة

“Tidaklah terdapat tiga orang di satu desa atau kampung yang tidak ditegakkan shalat di sana kecuali mereka telah dikuasai oleh setan. Oleh karena itu, hendaklah kalian menjaga shalat berjamaah, sebab serigala hanya akan menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (HR. Abu Daud, hasan)

Oleh karena itu, marilah kita tegakkan shalat-shalat berjamaah di lingkungan kita agar terbebas dari penguasaan setan yang terlaknat.

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article