Kategori: Motivasi Islami

Sahabat SM, kehidupan dan kebahagiaan yang sejati adalah kehidupan dan kebahagiaan akhirat.

Sedangkan kehidupan dunia adalah kesenangan yang singkat dan penuh dengan tipuan. Kesenangan dunia sangat sementara dan sungguh sedikit sekali jika dibandingkan dengan kenikmatan surga.

Begitu pula kesusahan dunia sifatnya sementara dan tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kesengsaraan di akhirat.

Dari Anas radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ؤْتَى بِأَنْعَم أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صِبْغَةً ، ثُمَّ يُقَالُ : يَا ابْنَ آدَمَ؛ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيْمٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ يَا رَبِّ.
وَ يُؤْتَى بِأَشَدِّ النَاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صِبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطٌّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطٌّ؟ فَيَقُوْلُ: لَا وَ اللهِ، مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطٌّ، وَ لَا رَأَيْتُ شِدَّةٌ قَطٌّ.

“Pada hari kiamat akan dihadirkan orang yang paling merasakan nikmat di dunia dari kalangan penduduk neraka. Kemudian ia dicelupkan sekali ke dalam neraka lantas ditanyakan padanya, ‘Hai manusia, apakah kamu pernah melihat kebaikan, apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb-ku.’

Dan dihadirkan orang yang paling sengsara di dunia dari kalangan penduduk surga lalu dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Ditanyakan padanya, ‘Wahai manusia, pernahkah kamu melihat satu penderitaan? Pernahkah kamu merasakan kesulitan?’

Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, aku tidak pernah merasakan penderitaan sama sekali dan aku tak pernah melihat adanya kesulitan sedikitpun.’” (HR. Muslim)

*Join channel kami lainnya:*
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

👍 Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

🌿🌿🌿
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sesungguhnya kunci kebahagiaan ada tiga, yaitu berislam dengan benar, rizki yang cukup, dan hati yang qonaah.

Berislam dengan benar adalah kunci kebahagiaan akhirat, karena surga diharamkan oleh Allah ta’ala kecuali bagi hamba-hambaNya yang muslim.

Adapun kebahagiaan dunia, kuncinya ada dua yaitu rizki yang cukup dan hati yang qonaah.

Rizki yang halal dan cukup merupakan penopang kebahagiaan. Yang namanya cukup tidak mesti banyak dan melimpah.

Adapun hati yang qona’ah adalah hati yang puas dan ridho dengan pemberian Allah ta’ala. Senantiasa bersyukur dan meyakini apa yang Allah tetapkan baginya adalah yang terbaik sehingga jiwanya merasa tenteram.

Ridho adalah surga dunia dan tempat peristirahatan orang-orang yang mengenal Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

طوبى لِمَن هُدِي إلى الإسلامِ وكان عيشُه كَفافًا وقنَّعه اللهُ به

“Sungguh berbahagialah orang yang diberi hidayah untuk memeluk Islam, dan penghidupannya cukup serta ia merasa qona’ah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban)

Semoga Allah ta’ala menganugerahkan kebahagiaan kepada kita di dunia dan di akhirat. Aamiin

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, salah satu amalan yang dapat menyelamatkan seorang mukmin dari siksa neraka adalah bersedekah.

Jika seseorang memiliki kekayaan, ia bisa bersedekah dalam jumlah besar. Dan jika ia memiliki sedikit harta, ia masih bisa bersedekah meskipun hanya sedikit. Bahkan jika tak punya harta sedikitpun, ia pun bisa bersedekah dengan perkataan yang baik.

Dari Adi bin Hatim radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

اتَّقُوا النَّارَ ولو بشِقِّ تَمْرَةٍ، فمَن لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

“Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan separuh kurma. Barangsiapa tidak mempunyai separuh kurma, maka dengan kata-kata yang baik.” (HR. Bukhori Muslim)

Kata “sebutir kurma” dalam hadits ini merupakan kiasan tentang amalan yang ringan di mata manusia, namun bernilai tinggi pada pandangan Allah ta’ala.

Allah ta’ala tidak akan menyia-nyiakan amalan para hamba-Nya yang beramal sekecil apapun, bahkan Allah melipatkangadakan pahalanya tanpa perhitungan.

Jadi bersedekah tidak selalu harus banyak, maka jangan tinggalkan sedekah meskipun dengan sesuatu yang kecil. Mari berlomba-lomba dalam kebaikan selagi masih diberi kesempatan.

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

 قال ابن مسعود رضي الله عنه:

ما منكم إلّا ضيف، وماله عارية
فالضّيف مرتحل،
والعارية مؤدّاة إلى أهلها

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

“Tidak ada seorangpun dari kalian melainkan hanya seorang tamu. Dan harta yang dimilikinya hanyalah suatu pinjaman. Seorang tamu pasti akan pergi, sedangkan barang pinjamannya akan kembali kepada pemiliknya.”_ (Shifatush Shofwah: 1/418)

– SM/SahabatHijrah –

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Kemungkaran itu bertransformasi (jika didiamkan). Awalnya kemaksiatan mulai muncul (dan menjadi biasa di masyarakat), kemudian menjadi sesuatu yang diwariskan (diikuti oleh generasi setelahnya), kemudian (lambat laun dia akan berubah seolah-olah) menjadi bagian dari agama.

Oleh karena itu, wajib atas kita untuk mengingkari kemungkaran (di awal munculnya) sebelum dia sempat bertransformasi.

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

 

“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya”. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji”. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(QS. Al-A’raf Ayat 28)

– Syaikh Ath-Thorifi, diterjemahkan oleh SM –

Join channel kami lainnya
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Semua orang di dunia ini punya masalahnya sendiri-sendiri. Dalam kehidupan di dunia, manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan. Ini adalah sunnatullah, berlaku bagi orang beriman maupun kafir.

Orang yang bahagia bukankah orang yang tidak punya masalah, tapi orang yang bahagia adalah orang bisa bersabar dan ridho terhadap takdir Allah atas masalah dan musibah yang dialaminya.

Allah ta’ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

_“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”_ *(Qs At Taghaabun: 11)*

Ibnu Katsir mengatakan, _“Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.”_ *(Tafsir Ibnu Katsir, 8/137)*

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kita semua. Kejahatan setan kepada Bani Adam sangat berbahaya. Bahayanya tidak hanya sebatas di dunia saja, tetapi berlanjut sampai alam akhirat.

Hendaknya kita melindungi diri-diri kita dari kejahatannya. Salah satu benteng yang dapat menjaga kita dari penguasaan setan adalah mendirikan shalat berjamaah di lingkungan di mana kita tinggal.

Lingkungan mana saja yang tidak dikumandang adzan dan tidak ditegakkan shalat berjamaah, niscahya para penduduk daerah itu akan dikuasai setan.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan, jika ada tiga orang saja yang tinggal di suatu dusun. lalu mereka tidak mendirikan shalat berjamaah, maka pasti setan akan menguasai mereka.

Lalu bagaimana dengan 100 orang yang tinggal di suatu daerah, namun tidak ditegakkan syiar shalat berjamaah di dalamnya?

Abu Darda radliallahu ‘anhu meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا مِنْ ثَلاثَةٍ فِي قَرْيةٍ ، وَلاَ بَدْوٍ ، لا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلاَةُ إلاَّ قَد اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِم الشَّيْطَانُ . فَعَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ ، فَإنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ مِنَ الغَنَمِ القَاصِيَة

“Tidaklah terdapat tiga orang di satu desa atau kampung yang tidak ditegakkan shalat di sana kecuali mereka telah dikuasai oleh setan. Oleh karena itu, hendaklah kalian menjaga shalat berjamaah, sebab serigala hanya akan menerkam domba yang terpisah dari kawanannya.” (HR. Abu Daud, hasan)

Oleh karena itu, marilah kita tegakkan shalat-shalat berjamaah di lingkungan kita agar terbebas dari penguasaan setan yang terlaknat.

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, shalat subuh memiliki keutamaan yang besar. Siapa yang menyempurnakan shalat subuhnya diantaranya dengan shalat berjama’ah, maka dia berada dalam jaminan dan perlindungan Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Oleh karena itu, siapa saja yang engkau ketahui bahwa dia melaksanan shalat subuh berjamaah, maka jangan berani-beraninya engkau memusuhi, mendzolimi, dan menyakitinya. Karena ia berada dalam perlindungan Allah ta’ala. Siapa yang melanggar perlindungan Allah ta’ala maka dia berhadapan dengan Allah ta’ala.

Jangan Mendzolimi Seseorang yang Shalat Subuh

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

في هذا دليل على أنه يجب احترام المسلمين الذي صدَّقوا إسلامهم بصلاة الفجر ؛ لأن صلاة الفجر لا يصليها إلا مؤمن ، وأنه لا يجوز لأحد أن يعتدي عليه

“Dari hadits ini terdapat petunjuk atas wajibnya menghormati orang-orang muslim yang jujur keislamannya yaitu mereka yang melaksanakan shalat subuh. Karena tidaklah seseorang mendirikan shalat subuh kecuali dia adalah seorang mukmin. Dan sesungguhnya tidak boleh bagi siapa pun untuk memusuhi atau mendzoliminya.” (Syarah Riyadhus Shalihin 1/591)

Jadi, jika engkau menghendaki jaminan dan perlindungan dari Allah ta’ala, maka perhatikanlah shalat subuhmu.

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Sahabat SM, duduk setelah melaksanakan shalat fardhu termasuk waktu-waktu yang agung dimana dengannya turun rahmat Allah ta’ala bagi seorang hamba. Inilah satu duduk yang berharga.

Maka ketika engkau selesai shalat, janganlah engkau terburu-buru untuk segera bangkit. Akan tetapi tetaplah duduk, bacalah istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, berdzikir kepada Allah ta’ala.

Ketahuilah sesungguhnya para malaikat akan memintakan ampun dan rahmat selama kita tidak beranjak dan masih berada di tempat shalat kita.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ الَّذِى صَلَّى فِيهِ ، مَا لَمْ يُحْدِثْ ، تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Para malaikat akan mendoakan salah seorang di antara kalian selama ia tetap berada di tempat shalatnya, selama ia tidak berhadats. Malaikat mengucapkan, ‘Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia.'” (HR. Bukhari, no. 445)

Jika Engkau Banyak Dosa Lazimkan Duduk yang Berharga Ini

Ibnu Baththal rahimahullah berkata,

من كان كثير الذنوب وأراد أن يحطها الله عنه بغير تعب ، فليغتنم ملازمة مصلاه بعد الصلاة ليستكثر من دعاء الملائكة واستغفارهم له

“Barangsiapa yang banyak dosanya dan menghendaki agar Allah ta’ala menghapus darinya dosa-dosa tersebut tanpa perlu berlelah-lelah, maka hendaknya dia melazimkan untuk tetap duduk ditempatnya setelah dia selesai shalat sehingga memperbanyak doa dan permohonan ampun dari para malaikat untuknya.” (Syarh Ibnu Baththal terhadap Shahih al Bukhari: 3/114)

Shirotul Msutaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Sahabat SM, seringkali kita merasakan sempitnya pintu rezeki sehingga kita pun berusaha dengan susah payah agar pintu rezeki itu pun terbuka lebar. Akan tetapi, terkadang pintu rezeki begitu luas dan mudah sehingga kita pun bersegera untuk meraihnya dan tidak menunda-nundanya.

Pintu Ketaatan Seperti Pintu Rezeki

Dan ketahuilah sahabat, bahwa ketaatan pun tidak jauh berbeda dengan rezeki. Dan memang ketaatan adalah rezeki dari Allah ta’ala bagi hamba yang dapat menunaikannya.

Imam Malik rahimahullah berkata,

إن الله جعل أبواب الطاعات كأبواب الرزق فيفتح الله على هذا ما لا يفتح على هذا، فما أنت عليه خير وما أنا عليه خير

“Sesungguhnya Allah menjadikan pintu ketaatan seperti pintu rezeki. Allah membukakan untuk seseorang satu pintu yang Allah tidak bukakan untuk yang lainnya. Bagimu ada (pintu) kebaikan (yang Allah bukakan untukmu) dan bagiku ada (pintu) kebaikan yang Allah bukakan untukku.” (Syaikh Muhammad Khalifah at-Tamimi, goo.gl/ZFjuyJ)

Oleh karena itu, ketika pintu-pintu kebaikan dan ketaatan terbuka lebar dihadapan kita, maka segeralah raih. Jangan sampai kita menunda-nundanya yang pada akhirnya bisa jadi pintu ketaatan tertutup untuk kita.

Dan hendaknya engkau bergembira dan bersuka cita tatkala pintu ketaatan terbuka untukmu. Dan engkau pun bisa meraihnya karena sesungguhnya ia adalah rezeki yang agung.

Shirotul Msutaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article