Kategori: Artikel

Sahabat SM, mungkin ada sebagian orang berpandangan bahwa kurban itu cukup sekali dalam seumur hidup. Sehingga kadang kita jumpai seseorang ketika diajak untuk berkurban mereka mengatakan “Saya sudah pernah berkurban tahun-tahun kemaren”.

Memang jumhur ulama mengatakan bahwa kurban itu hukumnya sunnah muakkadah. Namun demikian bagi orang yang memiliki kecukupan dan kemampuan untuk berkurban, hendaknya ia berkurban setiap Idul ‘Adha datang.

Ikutilah tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang mana beliau berkurban setiap tahun.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhu,

أَقَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالمَدِينَةِ عَشْرَ سِنِينَ، يُضَحِّي كُلَّ سَنَةٍ

_“Rasulullah tinggal di Madinah selama 10 tahun, dan beliau berkurban setiap tahun.”_ *(HR. Ahmad & Tirmidzi)*

Jadi jika menjelang Idul Adha ini sahabat punya kemampuan untuk membeli 1 ekor kambing, maka berkurbanlah sekalipun sudah pernah berkurban sebelumnya.

Adapun bagi yang belum memiliki kelapangan rejeki untuk berkurban tahun ini, semoga Allah mudahkan jalan untuk melaksanakannya tahun depan. Tentunya bukan hanya berharap, tapi juga dengan doa dan usaha.

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, semua perbuatan dosa dan maksiat adalah buruk.

Akan tetapi dosa itu bertingkat-tingkat. Dosa yang paling besar adalah dosa syirik kemudian membunuh dan berzina. Dan pelakunya akan mendapatkan adzab yang lebih besar dari dosa-dosa lainnya.

Allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina” (QS. Al-Furqon: 68-69)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Itulah induknya dosa-dosa”.

Allah ta’ala ancam pelakunya dengan pelipatgandaan adzab, yakni siksaan itu diulang-ulang terhadapnya dan diperkeras. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Semoga Allah ta’ala melindungi kita dari dosa-dosa ini. Dan siapa saja yang pernah terjatuh ke dalamnya segeralah bertaubat dengan sebenar-benarnya yaitu disertai dengan penyesalan yang dalam, berhenti dan bertekad tidak akan mengulanginya kembali.

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, seorang ulama salaf melihat seseorang mabuk di pinggir jalan. Kemudian ulama tersebut memegang tangan orang mabuk itu dan memasukkan ke dalam rumahnya. Orang mabuk tersebut dibiarkan tidur di rumahnya sampai pagi agar kembali sadar.

Di pagi hari orang mabuk itu sadar. Lalu ia ingat bahwa semalam dia mabuk kemudian dia dibawa seseorang ke rumahnya dan ditutup aibnya.

Orang mabuk tadi pun bertanya kepada sang alim, “Kenapa Anda berbuat demikian?”

Berkata Sang Alim, “Saya takut manusia melihatmu lalu kemudian menghinamu. Aku ingin menutup aibmu, Allah pun menutup aibmu.” Orang itu lalu menangis dan bertaubat kepada Allah ta’ala.

Suatu ketika seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan bahwa pegawainya ada yang berzina, “Wahai Rasulullah, Si Fulan telah berzina.”

Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Wahai Huzal, kenapa Anda tidak menutupi aibnya dengan pakaianmu?”

Jika kamu nasehati dia agar taubat dan kamu tutupi aibnya selesai sudah masalahnya. Orang berbuat maksiat kenapa kamu hendak melecehkannya? Dakwahi dia agar taubat. Dakwahi dia agar kembali ke jalan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

“Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat.” (HR. Muslim)

Semoga Allah menutup aib-aib kita dan kaum muslimin semuanya serta mengampuni kesalahan kita.

Syaikh Nabil Al-Awadi

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, hati manusia mempunyai keinginan-keinginan, kadang baik dan kadang buruk.

Sungguh kemurahan Allah ta’ala sangat luas. Sekadar niat baik saja sudah dicatat oleh Allah sebagai satu kebaikan. Adapun ketika ia melaksanakannya maka dicatat baginya 10 sampai 700x bahkan lebih.

Rasulullah shallallauh ‘alaihi wasallam bersabda,

فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ، كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِـهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهُ اللّـهُ عَزَّوَجَلَّ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ

“Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak.” (HR. Bukhari Muslim)

Adapun ketika seseorang berniat buruk, tidak serta merta dicatat kecuali jika ia merealisasikannya, dan itu pun hanya dicatat satu keburukan saja.

Betapa luasnya kemurahan Allah, bahkan ketika ia tidak jadi melaksanakan niat buruknya itu, Allah catat baginya *satu kebaikan*. Subhanallah…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّـئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا ؛ كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً ، وَإِنْ هَمَّ بِهَـا فَعَمِلَهَا ، كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً

“Barangsiapa berniat berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat keburukan kemudian mengerjakannya, maka Allah menuliskannya sebagai satu keburukan.” (HR. Bukhari Muslim)

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sesungguhnya hubungan antara manusia dengan Rabb-Nya hanyalah ditentukan oleh ketakwaannya.

Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka dia lebih dekat kepada-Nya dan lebih mulia di sisi-Nya.

Oleh karena itu, janganlah engkau menyombongkan hartamu, kecantikanmu, fisikmu, anak-anakmu, istanamu, mobilmu, dan apa pun yang ada di dunia ini. Allah ta’ala sama sekali tidak melihat itu semua, karena itu semua tidak berarti di sisi Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim 2564)

Saat engkau mendapatkan taufik dari Allah ta’ala menjadi orang yang bertakwa, maka hal itu merupakan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu. Maka hendaknya engkau bersyukur kepada Allah atas karunia tersebut.

Syarah Riyadhus Shalihin I/71, Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, berapa lamakah kita akan hidup di dunia? Kemudian bandingkanlah berapa lama kita akan hidup di akhirat?

Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang abadi kekal selamanya. Tidak ada kematian di dalamnya baik di surga maupun di neraka.

Orang yang berakal pasti akan mempertimbangkan ini dengan baik.

Bukankah akhirat itu lebih pantas untuk diperjuangkan oleh manusia?

Bukankah akhirat lebih pantas diutamakan daripada kehidupan dunia yang tidak ada artinya ini?

Oleh karena itu, dalam doanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا

“(Ya Allah) jangan Engkau jadikan dunia sebagai puncak keinginan kami.” *(HR. At-Tirmidzi)

Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya secara asal mengarahkan setiap perbuatannya untuk akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk ahli surga.

Dikutip dari ceramah Syaikh Utsman Al-Khamis

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan berkali-kali lipat.

Subhanallah… ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Ya… dengan memberi makan orang yang berbuka puasa maka kita akan mendapatkan pahala puasa berlipat-lipat sesuai dengan jumlah orang yang kita berikan makan untuk berbuka.

Masya Allah, betapa Allah ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

 

Read Full Article

Sahabat SM, selain memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa-dosa yang telah lalu sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat tarawih juga memiliki keutamaan yang lainnya. Hal ini dijelaskan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh).” (HR. Tirmidzi, hasan shohih)

Masya Allah, ini merupakan keutamaan besar dalam shalat tarawih, walau cuma dilakukan sesaat bersama imam antara 30 – 60 menit namun pahalanya dicatat sebagai sholat semalam penuh.

Maka janganlah seseorang pulang terlebih dahulu sebelum imam selesai. Janganlah seseorang mencukupkan hanya 8 rakaat ketika imam melaksanakan tarawih sampai dengan 23 rakaat.

Dan janganlah seseorang pulang terlebih dahulu tanpa mengikuti shalat witir bersama imam dengan tujuan ingin melaksanakan witir tersebut di sepertiga malam terakhir. Sungguh kerugian yang besar ketika kita tidak merampungkan shalat bersama imam.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, merupakan perkara sunnah memberikan kabar gembira dan mengucapkan selamat akan datangnya bulan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya akan datangnya bulan Ramadhan,

قَدْ جَاءَكُمْ شهر رَمَضَانُ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ. فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepada kalian puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikannya, maka ia telah terhalangi.” (HR. Ahmad dan an-Nasa’i, shohih)

Berkata Ibnu Rojab Al-Hambali rahimahullah: Sebagian ulama berkata, hadits ini menunjukkan sunnahnya memberikan selamat kepada manusia antara satu dan lainnya akan hadirnya bulan Ramadhan.

Bagaimana tidak bergembira seorang mukmin akan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana tidak bergembira orang yang berdosa akan ditutupnya pintu-pintu neraka? Bagaimana tidak bergembira seorang yang berakal dengan waktu dibelenggunya para setan? (Latho’if al-Ma’aarif 1/158)

Nantikan datangnya Ramadhan dengan menunggu hasil ru’yatul hilal yang akan dilaksanakan pada sore atau maghrib nanti.

#SpesialRamadhan

Bogor, 15 Mei 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

 

Read Full Article

Sahabat SM, orang-orang kafir dan orang-orang munafik akan senantiasa ada pada setiap zaman. Dan mereka senantiasa bekerja sama dalam memusuhi Islam dan kaum muslimin.

Orang-orang munafik akan “bekerja dari dalam” untuk merongrong perjuangan orang-orang mukmin. Mereka mengatakan,

_”Islam itu baik sekali, sangat besar, dan sangat indah. Kenapa dibela? Islam hadir membela manusia, bukan sebaliknya. Saya ini bau, hatinya kotor, apa pantas bela Islam?”_

Sungguh kata-kata yang indah tapi *menipu*.

Allah ta’ala berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

_”Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain *perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia*.”_ *(QS. al-An’am: 112)*

Padahal Allah ta’ala berfirman memerintahkan kita untuk membela agama-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ؛ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

_”Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian.”_ *(QS. Muhammad: 7)*

Maka siapakah yang akan engkau dengarkan, mulut orang-orang munafik atau Allah ta’ala? Engkau diam saja tak membela agamamu dihinakan atau engkau bela agamamu?

Bogor, 10 April 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article