Kategori: Artikel

Sahabat SM, berikut ini adalah amalan-amalan dalam hidupmu yang akan tetap mengalirkan pahala untukmu setelah kematianmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ :

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا –
أَوْ أَجْرَى نَهْرًا –
أَوْ حَفَرَ بِئْرًا –
أَوْ غَرَسَ نَخْلاً –
أَوْ بَنَى مَسْجِدًا –
أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا –
أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ –

“Ada tujuh amalan yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu):
– Orang yang mengajarkan suatu ilmu,
– Mengalirkan sungai,
– Menggali sumur,
– Menanamkan kurma,
– Membangun masjid,
– Mewariskan mushaf,
– Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.
(HR. Al-Bazzar dalam Kasyful Astar, Hasan)

Jangan engkau haramkan dirimu untuk mendapatkan keutamaan tersebut walau engkau hanya mampu melaksanakan satu dari amalan tersebut yang paling mudah bagimu.

Pilihlah dari amalan-amalan tersebut yang mampu engkau lakukan. Seandainya engkau tidak mampu, lakukanlah yang paling mudah dari tujuh amalan tersebut yaitu engkau membeli sebuah mushaf Al-Qur’an dan mewakafkannya untuk masjid.

Bimbing pula anakmu menjadi anak yang sholih agar senantiasa memohonkan ampun untukmu.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 12 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Jangan Remehkan Kebaikan Walaupun Kecil.

Sahabat SM, setiap kebaikan yang bisa engkau raih hendaklah engkau lakukan, baik itu ucapan maupun perbuatan.

Bahkan sekecil apapun kebaikan yang bisa engkau lakukan, maka lakukanlah dengan ikhlas dan penuh pengharapan kepada Allah.

Sekecil apapun itu di pandanganmu, jangan pernah engkau remehkan kebaikan itu. Karena bisa jadi engkau mendapatkan ampunan dengannya.

Allah ta’ala berfirman,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah: 7)

Al-Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata,

لا ينبغي للعاقل المؤمن أن يحتقر شيئًا من أعمال البر، فربما غُفر له بأقلِّها

“Tidak sepantasnya bagi seorang yang berakal yang beriman untuk meremehkan sedikitpun dari amal-amal kebaikan, karena bisa jadi dia akan mendapatkan ampunan dengan sebab amal yang paling kecil.” (At-Tamhid, jilid 12 hlm. 22)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 9 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, akhir-akhir ini kita sering mendengar kembali berbagai musibah dan bencana menimpa berbagai daerah di Indonesia.

Maka siapa saja dari kaum muslimin yang mengiginkan penjagaan terhadap diri, keluarga, dan harta kita, maka janganlah engkau lalai dari dzikir ini.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda, Tidaklah seorang hamba yang membaca pada pagi dan sore hari di setiap harinya,

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang tidaklah sesuatu yang ada di bumi dan di langit akan celaka dengan nama-Nya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui)”_ sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan dicelakakan oleh sesuatu apapun. (HR. Imam Ahmad, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah, hasan shahih)

Sesungguhnya ini adalah dzikir yang sangat dibutuhkan bagi seorang muslim yang dengannya Allah ta’ala akan menjaganya dari segala musibah, bencana, dan yang semisalnya. Akan tetapi kebanyakan dari kita lalai dari dzikir ini.

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 6 Desember 2017

~Ditulis ulang dari materi SM tanggal 5 April 2017 dengan sedikit tambahan dan penyesuaian

 

Read Full Article

Dapatkan Ganjaran Shalat Semalam Suntuk

Sahabat SM, tahukah bahwa di sana ada amalan yang mudah yang dengannya engkau akan mendapatkan ganjaran seperti shalat semalam suntuk?

Jika engkau merutinkannya selama hidupmu maka seakan-seakan engkau melaksanakan shalat semalam suntuk selama hidup Anda. Bahkan walaupun engkau tidur di malam-malam tersebut di atas kasurmu.

Yaitu cukup bagimu untuk menjaga shalat Isya dan shalat Subuh secara berjamaah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat semalaman penuh.” (HR. Muslim, 656)

Keutamaan yang besar ini sangat terbuka bagi kita setiap malam. Akankah kita melewatkannya begitu saja?

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 5 Desember 2017

Read Full Article

Wahai Para Suami Nafkahmu Sedekahmu.

Sahabat SM, ada satu hal besar yang sering kali luput dari kebanyakan orang. Mereka tidak menyadari bahwa apa-apa yang mereka berikan kepada keluarga dapat bernilai pahala besar.

Ketahuilah bahwa apa-apa yang seorang suami nafkahkan untuk keluarganya maka sesungguhnya ia adalah sedekah baginya. Bahkan walau hanya sekedar satu suapan nasi sekalipun maka itu sedekah baginya.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَهْمَا أَنْفَقْتَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ حَتَّى الْلُقْمَةَ فِي فِي امْرَأَتِك

“Apa pun yang engkau nafkahkan maka itu teranggap sebagai sedekah bagimu sampaipun suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari no. 5354 dan Muslim no. 1628)

Namun yang perlu diperhatikan bahwa nafkah itu akan bernilai sedekah bila dibarengi dengan niat karena Allah atau ihtisab mengharap pahala dari Allah ta’ala.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةٌ

“Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya.” (HR. Bukhari no. 55 dan Muslim no. 1002)

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 1 Desember 2017

Read Full Article

Sahabat SM, ketahuilah maksiat dapat melenyapkan nikmat. Allah ta’ala tidak menghilangkan kenikmatan yang terdapat pada seseorang sehingga orang itu sendirilah yang menghilangkannya.

Yaitu dengan merubah ketaatan menjadi kemaksiatan, merubah syukur menjadi kufur, merubah perkara yang mendatangkan keridhoan menjadi perkara yang mendatangkan kemurkaan.

Maksiat Dapat Melenyapkan Nikmat, Syukur Dapat Mengusir Bencana

Itulah balasan yang setimpal atas tindakannya. Sesungguhnya Allah ta’ala tidak mendzalimi hamba-Nya.

إِذَا كُنْتَ فِي نِعْمَةٍ فَارْعَهَا
فَإِنَّ المعَاصِي تُزِيْلُ النِّعَمِ

“Jika Anda mendapat nikmat, peliharalah. Sesungguhnya maksiat dapat melenyapkan nikmat.”

وَحَافِظْ عَلَيْهَا بِشُكْرِ الْإِلَهِ
فَشُكْرُ الْإِلَهِ يُزِيْلُ النِّقَمِ

“Jagalah dia dengan besyukur kepada Allah, karena bersyukur kepada Allah dapat mengusir bencana.”

Allah ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 53)

At-taubah Thoriqu ila al-Jannah, Abdul Hadi bin Hasan Wahby

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 30 November 2017

 

Read Full Article

Jangan Lama-lama Bermusuhan Kalau Mau Cepat Masuk Surga.

Sahabat SM, adanya konflik dan gesekan adalah satu hal yang sangat mungkin terjadi dalam bermuamalah dan bersosialisasi.

Oleh karena itu, hendaknya seseorang pandai-pandai dalam bergaul dan menjaga perasaan orang lain baik dari perkataan maupun perbuatannya.

Adapun jika sudah terlanjur muncul kebencian dan permusuhan antara dua orang muslim, maka hendaknya jangan berlama-lama. Hendaknya ada salah satunya yang mendahuluinya untuk mengadakan perdamaian.

Karena jika dua orang muslim saling membenci dan memusuhi dan tidak ada usaha untuk berdamai dari keduanya. Maka kedua orang tersebut ditanggulkan oleh Allah ta’ala untuk masuk surga sampai mereka berdamai kembali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.” Lalu dikatakan: “Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai!” (HR. Muslim No. 4562, HR. Abu Daud No. 4270, HR. Tirmidzi No. 1946, Shahih)

Maukah engkau ditangguhkan masuk surga? Jika tidak segeralah usahakan perdamaian.

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 29 November 2017

Read Full Article

Orang yang Paling Dekat dengan Rasulullah.

Sahabat SM, sudah menjadi satu hal yang lumrah bahwa siapa saja pasti sangat ingin berdekat-dekatan dengan orang yang dicinta.

Demikian juga dengan orang yang beriman, dia pasti ingin sekali dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di akhirat kelak.

Karena tidaklah ada manusia yang paling dicintai oleh seorang mukmin melebihi kecintaan mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ingin Dekat dengan Rasulullah, Perbanyak Shalawat

Jika demikian adanya, maka hendaknya engkau memperbanyak shalawat untuknya karena hal itu dapat mendekatkanmu kepada beliau kelak.

Dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

_”Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat nanti adalah orang yang paling banyak bershalawat atasku.”(HR. Tirmidzi no. 484, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan dihasankan oleh Ibnu Hajar)

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Bogor, 28 Nopember 2017

Read Full Article

Sahabat SM, sadarilah bahwasanya syaitan tidak akan pernah berhenti untuk senantiasa menyesatkan manusia dari jalan kebenaran.

Di antaranya mereka berusaha menjauhkan seorang muslimah untuk berhijab menutup auratnya dengan berbagai seruan dan propaganda.

Dr. Khalid Al Mushlih hafidzahullah (twitulama) mengatakan bahwa seruan untuk melepaskan hijab adalah seruan setan. Setanlah yang pertama kali menyebabkan terbukanya aurat manusia.

Allah ta’ala berfirman,

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا

“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya.” (QS. Al-A’raf: 20)

Maka siapa saja yang ikut menyuarakan untuk melepas hijab sesungguhnya ia adalah syaitan.

Wahai saudariku, janganlah engkau ikuti seruan itu. Kenakanlah hijabmu karena itu adalah perintah dari Rabb yang menciptakanmu.

Read Full Article

Sahabat SM, ada satu wasiat yang sangat berharga dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Wasiat ini diberikan oleh beliau kepada Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu tengtang doa di penghujung shalat.

Dari Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata,

“Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku sangat menyayangimu. Demi Allah, sungguh aku sangat menyayangimu.”

Kemudian beliau melanjutkan,

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ : اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Aku wasiatkan kepadamu wahai Muadz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat (dubur shalat) bacaan doa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu).” (HR. Abu Daud no. 1522 dan An Nasai no. 1304)

Menurut pendapat yang kuat, doa ini dibaca setelah membaca doa tasyahhud akhir dan sebelum salam. Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata,

“Dan dubur shalat bisa bermakna sebelum salam dan sesudahnya. Dan guru kami menguatkan bahwa itu sebelum salam. Lalu aku mengikut kepadanya.” (Zaad Al-Ma’ad: 1/294)

Semoga kita bisa melaksanakan wasiat ini dan juga bisa mengajarkan kepada keluarga kita dan saudara-saudara yang lain.

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article