Kategori: Artikel

Sahabat SM, masalah demi masalah mungkin kita rasakan berdatangan silih berganti mewarnai kehidupan kita.

Terkadang masalah itu terasa ringan dan hilang dalam sekejap. Tapi terkadang datang satu masalah yang begitu berat menghampiri kita.

Ketika itu terjadi maka hendaknya senantiasa ingat kepada Allah dan memohon pertolonganNya. Amalkanlah dzikir yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus ‘alaihissalam tatkala beliau ditimpa satu ujian yang begitu besar dan menghimpitnya.

Dari Sa’ad bin Abi Waqash radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ
فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah;

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz-dzaalimiin
(Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat dzalim).

Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi No. 3427 – Shahih)

Semoga Allah ta’ala memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua tatkala masalah, ujian, dan cobaan menerpa kita.

Bogor, 09 Februari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Amamah bin Harits berpesan kepada anak perempuannya tatkala membawanya kepada calon suaminya (saat pernikahan),

“Wahai anak perempuanku, bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal.

Wahai anak perempuanku, jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu.

Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku, jagalah sepuluh perkara ini.

*Pertama dan kedua*:
Perlakuan dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah (hubungan/pergaulan) melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.

*Ketiga dan keempat*:
Buatlah janji dihadapannya dan beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.

*Kelima dan keenam*:
Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.

*Ketujuh dan kedelapan*:
Jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.

*Kesembilan dan kesepuluh*:
Jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya.

Ibnu Jauzi, Ahkamu An-Nisa hal 80

Read Full Article

Sahabat SM, jangan biasakan dirimu untuk berbohong. Janganlah engkau bermudah-mudahan dalam dusta.

Jika engkau biarkan dirimu untuk berbohong, maka akan lebih mudah engkau berbohon untuk yang kedua atau ketiga kalinya, hingga akhirnya menjadi terbiasa.

Sungguh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan kita agar jangan meremehkan dosa bohong.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

َ أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ ثَلَاثًا أَوْ قَوْلُ الزُّورِ فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ

“Dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar lainnya adalah menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, *kesaksian palsu, kesaksian palsu (beliau mengulanginya tiga kali), atau ucapan dusta”*, beliau tidak henti-henti mengulang-ulanginya sehingga kami mengatakan; “Duhai, sekiranya beliau diam.” (HR. Bukhari No. 6408, HR. Muslim No. 126 – Shahih)

 

Bogor, 01 Februari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, mungkin pernah mendengar makanan bernama “swike”. Dalam wikipedia dijelaskan Swike atau swikee adalah Masakan Tionghoa Indonesia yang terbuat dari paha kodok (katak).

Perlu diketahui bahwa kodok atau katak termasuk binatang yang dilarang untuk dibunuh.

Dari Abdurrahman bin Utsman radliallahu ‘anhu,

أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا

“Bahwa seorang dokter (tabib) pernah bertanya kepada Nabi ﷺ mengenai katak yang ia jadikan sebagai campuran obat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dari membunuhnya.” (HR. Abu Daud No. 3373 – Shahih)

Oleh karena adanya larangan untuk membunuh katak, maka konsekuensinya adalah haram hukumnya memakan katak.

Karena tidak ada cara yang sesuai syariat untuk memakan binatang kecuali dengan menyembelihnya. Sementara kita tidak mungkin menyembelih yang dilarang untuk dibunuh.

Bogor, 27 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Ketika Terjadi Gempa, Sesungguhnya Rabb Kalian Menginginkan Agar Kalian Bertaubat.

Sahabat SM, perlu disadari bahwa gempa bumi bukan hanya sekedar sebagai fenomena alam.

Gempa termasuk peringatan dari Allah ta’ala yang dengannya Allah menghendaki agar kita takut dan bertaubat kepada-Nya.

Allah ta’ala berfriman,

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.” (QS. Al-Israa’: 59)

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.

“Allah subhanahu wa ta’ala mengizinkan untuknya – maksudnya bumi – kadang-kadang untuk bernafas, lalu muncullah gempa besar padanya, dari situ timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama terdahulu ketika terjadi gempa bumi, “Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertaubat.” (Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 630)

Wahai Sahabat, sesunnguhnya Allah mengiginkan kita untuk kembali kepada-Nya, maka kembalilah.

Bogor, 23 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, ketika kita berdoa pada Allah kita harus yakin bahwa doa kita akan dikabulkan.

Tentunya dengan tetap melakukan sebab terkabulnya doa, dan menjauhi berbagai hal yang menghalangi terkabulnya doa.

Ingatlah bahwasanya doa itu begitu ampuh ketika seseorang berhusnudzon kepada Allah ta’ala.

Doa akan mustajab ketika seseorang berdoa dalam keadaan yakin doanya akan terkabul.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اُدْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi, no. 3479)

– SM/Rumaysho –

Bogor, 22 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, alhamdulillah dengan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini, kita terbantu untuk mendapatkan dan menyebarkan ilmu-ilmu syar’i.

Ketika kita mendapatkan kirimin pesan yang berisi ilmu, maka janganlah merasa puas untuk *sekedar* menyebarkannya kembali atau bahkan hanya sekedar untuk menjadi wawasan saja.

Tetapi munculkanlah tekad dalam jiwa kita untuk segera mengamalkannya.

Abu Qilabah berkata kepada Ayyub As Sakhtiyani,

إذَا حَدَثَ لَك عِلْمٌ فَأَحْدِثْ فِيهِ عِبَادَةً وَلَا يَكُنْ هَمُّكَ أَنْ تُحَدِّثَ بِهِ النَّاسَ

“Apabila kamu mendapat ilmu, maka munculkanlah keinginan ibadah padanya. Jangan sampai keinginanmu hanya untuk sekedar menyampaikan kepada manusia.” (Al-Adab Asy-Syar’iyyah 2/45, Muhammad Al-Maqdisy, Syamilah)

Bukanlah ilmu yang akan dibalas Allah ta’ala, tetapi amal-ah yang akan mendapatkan balasan.

Allah ta’ala berfirman,

جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka *kerjakan*.” (Al-Waqi’ah: 24)

Allah ta’ala tidak berfirman,

جَزَاء بِمَا كَانُوا يعَلمُونَ

“Sebagai balasan apa yang telah mereka *ketahui*”

Segeralah beramal, lakukanlah kebaikan-kebaikan, ikut serta-lah dalam program-program dakwah, program sosial kemanusiaan, dan program-program lainnya.

Bogor, 19 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, jadilah engkau orang yang paling berguna bagi manusia, yang mana mereka sangat senang dengan keberadaanmu.

Berguna dengan ilmu dan akhlakmu. Berguna dengan tenaga dan pemikiranmu. Berguna dengan harta yang engkau cari dan engkau infakkan.

Islam mengajarkan kepada kita bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (Shahihul Jami’ no. 3289)

Menjadi orang yang paling bermanfaat tidak harus menunggu kaya atau berkedudukan, tapi cukup dengan apa yang ada padamu pun engkau bisa memberikan manfaat.

– SM/Muslimafiyah –

Bogor, 18 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, setiap kita pasti tau bahwa setiap orang itu pasti memiliki keinginan yang berbeda dan beragam.

Ada diantara manusia yang ingin menjadi lebih baik dan berguna bagi manusia. Dan hal ini merupakan keinginan yang sungguh luar biasa dan terpuji.

Namun perlu kita ingat bahwa keinginan itu tidak akan memberi efek dan manfaat kalau yang bersangkutan tidak berusaha merealisasikan keinginan itu dalam amal nyata.

Seseorang yang ingin menghafal al-Qur’an misalnya. Jika dia tidak pernah berusaha untuk menghafal, maka dia tetap seperti sedia kala. Tidak ada sedikit pun yang bertambah dari dirinya. Begitu juga dengan hal lainnya.

Keinginan adalah langkah pertama dan _action_ adalah langkah kedua. Kedua hal tersebut tidak akan terwujudkan tanpa ada taufiq atau bimbingan dari Allah ta’ala.

Oleh karena itu meminta pertolongan dan taufiq dari Allah adalah sebuah keniscayaan.

Jadi buktikan keinginanan Anda dengan amal nyata. Setiap kali Allah ta’ala hadirkan kesempatan dan keinginan dalam hari Anda untuk beramal shaleh, mohonlah taufiq dari-Nya dan segeralah untuk merealisasikannya.

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk menyebut nama-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik untuk-Mu.” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, dan Ahmad, shahih)

– SM/Ust Ahmad Jamaluddin, Lc. –

Bogor, 17 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, rezeki kita sudah diatur dan sudah ditentukan. Kita tetap berikhtiar. Namun tetap ketentuan rezeki kita sudah ada yang mengatur. Jadi jangan khawatir rezeki sudah diatur.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.” (Al-Fawaid)

Masihkah kita khawatir dengan rezeki? (SM/Rumaysho)

Bogor, 16 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article