Zuhud terhadap Dunia

Sahabat SM, sesungguhnya dunia ini ibarat jembatan penyebarangan. Setiap orang hanya sekedar melewatinya saja dan tidak akan bermukim. Sedangkan tujuannya adalah akhirat sebagai tempat bermukim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat adalah orang-orang yang paling memahami masalah ini sehingga mereka begitu zuhud terhadap dunia dan antusias terhadap akhirat.

Zuhud terhadap dunia bukan berarti meninggalkannya, akan tetapi zuhud yang benar adalah menjadikan dunia sebagai sarana dan akhirat adalah tujuannya.

Zuhud juga bisa berarti meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhirat.

Suatu ketika Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur di atas selembar tikar. Ketika bangkit dari tidurnya tikar tersebut meninggalkan bekas pada tubuh beliau. Berkatalah para sahabat yang menyaksikan hal itu, “Wahai Rasulullah, seandainya boleh kami siapkan untukmu kasur yang empuk!” Beliau menjawab:

مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2377, hadits shahih)

Join channel kami lainnya:
Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

You might also like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *