Tag: taubat

Ketika Terjadi Gempa, Sesungguhnya Rabb Kalian Menginginkan Agar Kalian Bertaubat.

Sahabat SM, perlu disadari bahwa gempa bumi bukan hanya sekedar sebagai fenomena alam.

Gempa termasuk peringatan dari Allah ta’ala yang dengannya Allah menghendaki agar kita takut dan bertaubat kepada-Nya.

Allah ta’ala berfriman,

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.” (QS. Al-Israa’: 59)

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,

أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.

“Allah subhanahu wa ta’ala mengizinkan untuknya – maksudnya bumi – kadang-kadang untuk bernafas, lalu muncullah gempa besar padanya, dari situ timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama terdahulu ketika terjadi gempa bumi, “Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertaubat.” (Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 630)

Wahai Sahabat, sesunnguhnya Allah mengiginkan kita untuk kembali kepada-Nya, maka kembalilah.

Bogor, 23 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang rajin beristighfar. Padahal beliau adalah manusia yang telah diampuni oleh Allah ta’ala baik yang telah lalu maupun yang akan datang.

Tidaklah beliau duduk bermajelis kecuali beliau beristighfar sebanyak 100x.

Hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma,

إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ « رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Sungguh kami dahulu benar-benar menghitung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam satu majelis sebanyak 100 kali. Beliau mengucapkan:

Rabbighfir lii wa tub ‘alayya, innaka antattawwaburrahim
Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi taubat dan Maha Pengampu.” (Sunan Abu Dawud: 1295)

Sahabat SM, jika Anda menghendaki keberkahan dalam hari-harimu, kesehatan badanmu, kebahagiaan hidupmu, bimbingan untuk diri dan keluargamu, kesholehan anak-anakmu, dan luasnya rizkimu, maka hendaknya engkau melazimkan dan memperbanyak istighfar.

Ucapkanlah kalimat istighfar ini dengan menghadirkan hati. Beristighfar dengan maksud bertaubat dari dosa-dosa yang kita lakukan.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Bogor, 10 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, tidak ada manusia di dunia ini yang tidak berdosa kecuali para Nabi dan Rasul. Oleh karena itu, sangat mungkin berpadu dalam diri seseorang kemaksiatan dan ketaatan.

Namun yang harus diketahui, jika seseorang merasa buruk dengan kemaksiatan yang telah dia lakukan. Kemudian dia menutupi keburukan tersebut dengan melakukan berbagai amal shalih, maka sesungguhnya itulah tanda keimanan.

Dia merasa buruk dan merasa berdosa. Ia pun berusaha menambal keburukannya dengan amal-amal shalih yang ia lakukan setelah itu. Mudah-mudahan dengannya Allah ampuni dosanya.

Kemaksiatan dan Ketaatan, Yang Kedua dapat Menghapus yang Pertama

Allah ta’ala berfirman,

وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah: 102)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةُ تَمْحُهَا

“Dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik tersebut akan menghapus perbuatan buruknya.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article