Tag: suami

#nasihat_untuk_suami

Wahai suami….
Dahulu, istrimu adalah seorang wanita muda yang penuh keceriaan. Dan sekarang telah datang masa dimana badannya mulai kendor dan lemah. Dia terus layu dan memudar hari demi hari. Goresan-goresan garis mulai tergambar di wajahnya.

Mood seorang istri bisa berubah-ubah seiring berjalannya hari, sehingga sangat mungkin baginya untuk berbuat salah. Oleh karena itu, janganlah lihat istrimu hanya dari sisi kesalahannya saja.

ูAkan tetapi lihatlah bahwasanya istrimu memiliki hak yang besar atas dirimu. Hari ini, dia adalah ibu dari anak-anakmu. Berikanlah cinta dan kasih sayang Anda untuknya.

Janganlah balas dirinya kecuali dengan kemaafan. Maafkanlah apa-apa yang pantas untuk dimaafkan. Mudahkanlah dalam memberi maaf kepadanya.

Jika engkau menemukan ada kesalahan darinya yang tidak pantas untuk dimaafkan, maka musyawarahkanlah, terbukalah, dan saling berjanji untuk menyelesaikan masalah tersebut bersama-sama.

๐Ÿ‘ Silahkan bisa disebarkan.

๐Ÿก Rumah Bahagia untuk Suami Istri
๐Ÿ‘‰ Join t.me/rumahbahagiapasutri

๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’

Read Full Article

Termasuk bentuk kedzoliman yang besar, yaitu ketika seorang suami mengabaikan istrinya, tidak menghargai dan tidak menghormatinya, menghina dan memukulinya, serta meremehkannya di depan keluarga.

Sebagaimana juga sebagian suami tidak peduli terhadap istrinya, tidak mau memaafkan kesalahan istrinya walaupun hanya hal sepele, masa bodoh dan tidak mau tahu masalah-masalah yang sedang dihadapi istrinya.

Ini semua adalah kedzoliman yang akan ditanggungnya di hadapan Allah ta’ala.

Allah taโ€™ala berfirman,

ุฃูŽู„ุงูŽ ู„ูŽุนู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€œIngatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.โ€ (QS. Hud: 18)

๐Ÿ‘ Silahkan bisa disebarkan.

– Rumah Bahagia untuk Suami Istri –
Join ๐Ÿ‘‰ t.me/rumahbahagiapasutri

๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’

Read Full Article

Amamah bin Harits berpesan kepada anak perempuannya tatkala membawanya kepada calon suaminya (saat pernikahan),

“Wahai anak perempuanku, bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal.

Wahai anak perempuanku, jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu.

Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku, jagalah sepuluh perkara ini.

*Pertama dan kedua*:
Perlakuan dengan sifat qanaโ€™ah dan muโ€™asyarah (hubungan/pergaulan) melalui perhatian yang baik dan taโ€™at, karena pada qanโ€™aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.

*Ketiga dan keempat*:
Buatlah janji dihadapannya dan beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.

*Kelima dan keenam*:
Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.

*Ketujuh dan kedelapan*:
Jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.

*Kesembilan dan kesepuluh*:
Jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya.

Ibnu Jauzi, Ahkamu An-Nisa hal 80

Read Full Article