Tag: shalat

Dapatkan Ganjaran Shalat Semalam Suntuk

Sahabat SM, tahukah bahwa di sana ada amalan yang mudah yang dengannya engkau akan mendapatkan ganjaran seperti shalat semalam suntuk?

Jika engkau merutinkannya selama hidupmu maka seakan-seakan engkau melaksanakan shalat semalam suntuk selama hidup Anda. Bahkan walaupun engkau tidur di malam-malam tersebut di atas kasurmu.

Yaitu cukup bagimu untuk menjaga shalat Isya dan shalat Subuh secara berjamaah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat semalaman penuh.” (HR. Muslim, 656)

Keutamaan yang besar ini sangat terbuka bagi kita setiap malam. Akankah kita melewatkannya begitu saja?

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 5 Desember 2017

Read Full Article

Sahabat SM, ada satu wasiat yang sangat berharga dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Wasiat ini diberikan oleh beliau kepada Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu tengtang doa di penghujung shalat.

Dari Mu’adz bin Jabal radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang tangannya lalu berkata,

“Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku sangat menyayangimu. Demi Allah, sungguh aku sangat menyayangimu.”

Kemudian beliau melanjutkan,

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ : اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Aku wasiatkan kepadamu wahai Muadz. Janganlah engkau tinggalkan saat di penghujung shalat (dubur shalat) bacaan doa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik (Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik pada-Mu).” (HR. Abu Daud no. 1522 dan An Nasai no. 1304)

Menurut pendapat yang kuat, doa ini dibaca setelah membaca doa tasyahhud akhir dan sebelum salam. Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata,

“Dan dubur shalat bisa bermakna sebelum salam dan sesudahnya. Dan guru kami menguatkan bahwa itu sebelum salam. Lalu aku mengikut kepadanya.” (Zaad Al-Ma’ad: 1/294)

Semoga kita bisa melaksanakan wasiat ini dan juga bisa mengajarkan kepada keluarga kita dan saudara-saudara yang lain.

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Sahabat SM, para ulama salaf (terdahulu) begitu antusias dalam menjalankan serta menjaga shalat berjama’ah. Dan mereka akan bersedih ketika dirinya tertinggal shalat berjama’ah.

Dikisahkan oleh syaikh Asy-Sya’roni Asy-Syafii rahimahullah, dahulu orang-orang salaf menganggap bahwa meninggalkan shalat berjama’ah sebagai musibah.

Dikisahkan pula, dahulu ada seseorang yang sedang sibuk mengurus kebun kurmanya. Kemudian dia pulang ke rumahnya (karena waktu shalat telah tiba). Dan ternyata dia menjumpai orang-orang sudah melaksanakan shalat ashar berjama’ah. Berkatalah dia, “Saya tertinggal dari shalat berjama’ah. Saksikanlah sesungguhnya kebun kurmaku akan aku sedekahkan untuk orang-orang miskin.”

Ubaidillah bin Umar Al-Qowariri rahimahullah pernah tertinggal dari shalat berjama’ah karena sibuk menemui tamu. Waktu itu (ketika selesai menemui tamu), beliau keluar rumah untuk shalat berjama’ah di masjid. Ternyata di semua masjid sudah dilakukan shalat berjama’ah bahkan pintunya sudah ditutup. Akhirnya beliau pulang dan berkata, “Aku tahu ada hadis yang menyebutkan bahwa shalat berjama’ah pahalanya 27 derajat dibandingkan shalat sendiri.”

Akhirnya beliau shalat isya sendirian 27 kali. Kemudian beliau tidur dan ternyata bermimpi sedang menunggangi kuda dan di depannya ada rombongan kaum yang juga menunggangi kuda. Dalam perjalanannya beliau tidak bisa mendahului rombongan tersebut. Tiba-tiba salah seorang dari mereka menengok dan berkata, “Kudamu kelelahan, tidak bisa mengejar kami.” Beliau menjawab, “Tidak wahai saudaraku”. Orang tadi berkata lagi, “Karena kami shalat berjama’ah sedangkan kamu shalat sendirian”. Akhirnya beliau terbangun dari tidurnya dalam keadaan sangat bersedih. (Diringkas Dari Kitab I’anatuth)

Kiriman dari Ust. Abul Fata Miftah, Lc

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Sahabat SM, shalat subuh memiliki keutamaan yang besar. Siapa yang menyempurnakan shalat subuhnya diantaranya dengan shalat berjama’ah, maka dia berada dalam jaminan dan perlindungan Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Oleh karena itu, siapa saja yang engkau ketahui bahwa dia melaksanan shalat subuh berjamaah, maka jangan berani-beraninya engkau memusuhi, mendzolimi, dan menyakitinya. Karena ia berada dalam perlindungan Allah ta’ala. Siapa yang melanggar perlindungan Allah ta’ala maka dia berhadapan dengan Allah ta’ala.

Jangan Mendzolimi Seseorang yang Shalat Subuh

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,

في هذا دليل على أنه يجب احترام المسلمين الذي صدَّقوا إسلامهم بصلاة الفجر ؛ لأن صلاة الفجر لا يصليها إلا مؤمن ، وأنه لا يجوز لأحد أن يعتدي عليه

“Dari hadits ini terdapat petunjuk atas wajibnya menghormati orang-orang muslim yang jujur keislamannya yaitu mereka yang melaksanakan shalat subuh. Karena tidaklah seseorang mendirikan shalat subuh kecuali dia adalah seorang mukmin. Dan sesungguhnya tidak boleh bagi siapa pun untuk memusuhi atau mendzoliminya.” (Syarah Riyadhus Shalihin 1/591)

Jadi, jika engkau menghendaki jaminan dan perlindungan dari Allah ta’ala, maka perhatikanlah shalat subuhmu.

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Sahabat SM, duduk setelah melaksanakan shalat fardhu termasuk waktu-waktu yang agung dimana dengannya turun rahmat Allah ta’ala bagi seorang hamba. Inilah satu duduk yang berharga.

Maka ketika engkau selesai shalat, janganlah engkau terburu-buru untuk segera bangkit. Akan tetapi tetaplah duduk, bacalah istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, berdzikir kepada Allah ta’ala.

Ketahuilah sesungguhnya para malaikat akan memintakan ampun dan rahmat selama kita tidak beranjak dan masih berada di tempat shalat kita.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ الَّذِى صَلَّى فِيهِ ، مَا لَمْ يُحْدِثْ ، تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

Para malaikat akan mendoakan salah seorang di antara kalian selama ia tetap berada di tempat shalatnya, selama ia tidak berhadats. Malaikat mengucapkan, ‘Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia.'” (HR. Bukhari, no. 445)

Jika Engkau Banyak Dosa Lazimkan Duduk yang Berharga Ini

Ibnu Baththal rahimahullah berkata,

من كان كثير الذنوب وأراد أن يحطها الله عنه بغير تعب ، فليغتنم ملازمة مصلاه بعد الصلاة ليستكثر من دعاء الملائكة واستغفارهم له

“Barangsiapa yang banyak dosanya dan menghendaki agar Allah ta’ala menghapus darinya dosa-dosa tersebut tanpa perlu berlelah-lelah, maka hendaknya dia melazimkan untuk tetap duduk ditempatnya setelah dia selesai shalat sehingga memperbanyak doa dan permohonan ampun dari para malaikat untuknya.” (Syarh Ibnu Baththal terhadap Shahih al Bukhari: 3/114)

Shirotul Msutaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Setelah mengkaji tentang syarat-syarat pada pembahasan yang telah lalu dimana syarat-syarat shalat tersebut wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan sholat, maka dalam pembahasan kali ini akan dibahas tentang rukun-rukun shalat.

Simak penjelasannya pada rubrik berikut ini

Rubrik: Fiqih
Judul: Rukun-rukun Shalat
Pemateri: Ust. Ibrahim Bafadhol, Lc., M.Pd.I.

Ukuran: 8.5 MB
Durasi: 24:51 menit

Simak penjelasan rukun-rukun shalat melalui audio player berikut:

atau klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

Selamat menyimak.

Read Full Article

Apa yang Menyebabkan Engkau Masuk Neraka?

Sahabat SM, Allah ta’ala telah menjelaskan kepada kita betapa ngerinya neraka. Salah satunya adalah apa yang Allah firmankan di dalam Al-Qurán Surat Al-Muddatsir ayat yang ke 26-30 ketika menjelaskan tentang Saqar (neraka).

Allah ta’ala berfirman,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ

“Tahukah kamu apakah neraka Saqar itu? Engkau tidak akan bertahan hidup di neraka Saqar, dan penghuninya tidak akan dibiarkan lepas tanpa siksa. Neraka Saqar menjadikan kulit penghuninya berganti baru setiap kali hangus terbakar.”

Read Full Article

Syarat-syarat Shalat

Syariat ini telah menetapkan beberapa syarat dan rukum-rukun terkait shalat. Syarat-syarat ini wajib ditunaikan jika seseorang hendak melakukan shalat. Jika perkara ini ditinggalkan dengan sengaja maka shalat tersebut tidak sah dan dianggap tidak ada. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang syarat-syarat Shalat.

Simak pembahasan selengkapnya pada rubrik Fiqih kali ini

Rubrik: Fiqih
Materi: Syarat-syarat Shalat
Pemateri: Ust. Ibrahim Bafadhol, Lc., M.Pd.I.

Ukuran: 8.1 MB
Durasi: 23:47 menit

Klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

 

Read Full Article

Shalat adalah tiangnya Islam. Dengan shalat bisa dikenal mana seorang muslim dan mana seorang kafir. Allah ta’ala telah mengagungkan kedudukan shalat ini.

Simak pembahasan selengkapnya pada rubrik berikut:

Rubrik: Fiqih Islam
Judul: Targhib dan Tarhib Shalat
Pemateri: Ust. Ibrahim Bafadhol, Lc., M.Pd.I.

Ukuran: 9.1 MB
Durasi: 26:28 menit

Klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

Read Full Article