Tag: puasa

Pertanyaan

Saya adalah seorang pemilik rumah makan. Ada sebagian orang Islam tidak berpuasa dan sepertinya jumlahnya cukup banyak. Bagaimana jika mereka makan di siang hari di rumah makan saya. Bagaimana hukumnya menghidangkan makanan untuk mereka?

Jawaban

Tidak diperboleh untuk menyediakan makan bagi seseorang di siang hari di Bulan Ramadhan, kecuali jika mereka adalah orang yang terkena udzur untuk tidak berpuasa, seperti sakit, musafir, haid, dan sebagainya.

Jika Anda menghidangkan makanan bagi mereka itu artinya Anda telah membantu mereka dalam perkara dosa dan maksiat.

Allah ta’ala berfirman:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2)

wallahu a’lam

#SerialRamadhan #FiqihPuasa #fiqihRamadhan

*JOIN CHANNEL BERMANFAAT:*
✅ Cinta Bahasa Arab: t.me/alarabiia
✅ Mufrodat Bahasa Arab: t.me/almufrodat
✅ Rumah Bahagia: t.me/rumahbahagiapasutri
✅ Kalender Hijriyah: t.me/kalenderhijriyyah

👍 Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

🌿🌿🌿
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Pertanyaan

Assalamulaikum. Afwan sebelumnya ustadz, izin bertanya. Bagaimana puasanya orang yang tahun lalu masih punya hutang puasa Ramadhan karna belum sempat membayarnya karena haid. Jazakumullah khairan.

Jawaban

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama menjelaskan wajibnya bagi orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan, sementara dia masih mampu melaksanakan puasa, agar melunasinya sebelum datang Ramadhan berikutnya.

Hal ini berdasarkan keterangan Ummul Mukminin ‘Aisyah radliallahu ‘anha. Beliau berkata,

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ

“Dulu saya pernah memiliki utang puasa Ramadhan. Namun saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari 1950 dan Muslim 1146)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,

وَيؤْخَذ مِنْ حِرْصهَا عَلَى ذلك في شَعْبَان: أَنَّهُ لا يجُوز تَأْخِير الْقَضَاء حَتَّى يدْخُلَ رَمَضَان آخر

Disimpulkan dari semangatnya ‘Aisyah untuk mengqadha puasa di bulan sya’ban, menunjukkan bahwa tidak boleh mengakhirkan qadha puasa ramadhan hingga masuk ramadhan berikutnya” (Fathul Bari, 4/191)

Oleh karena itu, jika seseorang sengaja mengundur-undur qadha puasa tanpa udzur (semisal sakit dsb) hingga masuk Ramadhan berikutnya, maka dia berdosa dan wajib bertaubat karena telah lalai dari kewajiban. Dan ia masih punya kewajiban meng-qadha puasanya tersebut selepas Ramadhan. Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa selain qadha yang wajib ia laksanakan, ia juga wajib membayar fidyah sebanyak hari yang ditinggalkan sebagai kafarat karena telah lalai dalam menunaikan qadha puasa.

Adapun ketika ia menunda-nunda qadha hingga masuk ramadhan karena adanya udzur (semisal sakit), maka dia cukup qadha saja setelah bulan Ramadhan tanpa perlu membayar fidyah.

Wallahu a’lam

#SerialRamadhan
#FiqihPuasa

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan teman untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Pertanyaan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Afwan, ana mau tanya. Kapankah waktu di mulainya puasa ? Apakah pada saat Imsak atau masuknya Adzan Shubuh?

Jawaban

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Waktu menahan diri dari makan dan minum dan hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa adalah dimulai ketika masuknya waktu subuh.

Adapun waktu imsak yang biasa kita dengar (sekitar 10 menit sebelum subuh) ini bukanlah batas waktu pelarangan makan dan minum.

Dasarnya adalah firman Allah ta’ala,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

إنَّ بلَالًا يُؤَذِّنُ بلَيْلٍ، فَكُلُوا واشْرَبُوا حتَّى يُنَادِيَ ابنُ أُمِّ مَكْتُومٍ، ثُمَّ قالَ: وكانَ رَجُلًا أعْمَى، لا يُنَادِي حتَّى يُقالَ له: أصْبَحْتَ أصْبَحْتَ.

“Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Bukhari). Perawi mengatakan mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum adalah seorang yang buta dan beliau tidaklah mengumandangkan adzan sampai ada yang memberitahukan padanya “Waktu shubuh telah tiba, waktu shubuh telah tiba.”

Wallahu a’lam

👍 Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

🌿🌿🌿
*Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)*
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab yang besar terhadap anak-anak kita. Wajib bagi setiap orang tua untuk mendidik anaknya sesuai dengan ajaran Islam.

Hendaknya kita membiasakan anak kita untuk melakukan amal-amal sholeh. Terutama amal sholeh yang wajib seperti Puasa Ramadhan. Para ulama menganjurkan anak yang sudah berusia 7 atau 10 tahun untuk dilatih berpuasa.

Dahulu para sahabat pun membiasakan anak-anak mereka untuk berpuasa sejak mereka masih kecil. Mereka mengatakan,

فكنا نصومه بعد ونصوم صبياننا ونجعل لهم اللعبة من العهن فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناه ذاك حتى يكون عند الإفطار

“Setelah itu, kami pun puasa dan menyuruh anak-anak kami untuk puasa. Kami buatkan mainan dari bulu. Jika mereka menangis karena minta makan, kami beri mainan itu hingga bisa bertahan sampai waktu berbuka.” (HR. Bukhari)

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, _”Hadis ini adalah dalil disyariatkannya membiasakan anak-anak untuk berpuasa, karena anak yang berusia sebagaimana yang disebutkan dalam hadis belum termasuk usia mendapatkan beban syariat. Namun, mereka diperintahkan puasa dalam rangka latihan.”_ *(Fathul Bari, 4:201)*

Raih pahala besar dengan menyebarkan kiriman ini. Ajak serta kerabat dan rekan untuk bergabung dalam layanan SM.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM)
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA SM Center: +62 858 2634 8545
Join Telegram t.me/shirotulmustaqim
Instagram.com/shirotulmustaqimid
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sering kita mendapatkan beberapa redaksi doa berbuka puasa yang berbeda-beda. Sebenarnya manakah doa buka puasa yang benar?

Yuk simak penjelasan dari Syaikh Utsman Al-Khamis dalam video berikut di alamat https://www.youtube.com/watch?v=TylIWUf9dq4

Atau melalui file video di bawah ini.

Sebarkan video ini, insya Allah pahala besar menanti Anda

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan berkali-kali lipat.

Subhanallah… ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)

Ya… dengan memberi makan orang yang berbuka puasa maka kita akan mendapatkan pahala puasa berlipat-lipat sesuai dengan jumlah orang yang kita berikan makan untuk berbuka.

Masya Allah, betapa Allah ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Registrasi Ketik: “Daftar” kirim ke WA
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

 

Read Full Article

Sahabat SM, 9 Hari Pertama Dzulhijjah merupakan waktu yang ditekankan untuk berpuasa. Apabila belum sempat untuk berpuasa di sebagian besar harinya, maka jangan sampai engkau tertinggal puasa Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang besar, yaitu terampuninya dosa-dosa seorang hamba setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Dari Abu Qatadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)

Subhanallah, sungguh kita makhluk yang banyak berlumuran dosa sangat membutuhkan ampunan. Maka inilah kesempatan bagi kita untuk mendapatkan ampunan-Nya yang begitu luas.

Persiapkan dan tekadkan dari sekarang jangan sampai tertinggal

Ajak juga keluarga dan saudara kita yang lain, agar pahala kita semakin besar karena telah mengajak orang lain beramal shaleh.

*Info*: Tahun ini hari Arafah bertepatan pada hari Kamis tanggal 31 Agustus 2017.

 

Read Full Article