Tag: maksiat

Sahabat SM, maksiat adalah sebab kehinaan seorang hamba di sisi Rabb-nya.

Jika seseorang telah rendah dalam penilaian Allah ta’ala, maka tidak ada seorang pun yang menghormatinya.

Allah ta’ala berfirman,

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ

“Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.” (QS. Al-Hajj: 18)

Demikian juga jika seseorang telah hina di sisi Allah ta’ala, maka terputuslah sebab-sebab kebaikan dan terbukalah sebab-sebab keburukan.

Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan kita untuk meninggalkan maksiat karena dampaknya yang buruk, baik terhadap individu ataupun masyarakat.

Dari Muadz bin Jabal radliallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku dengan sepuluh petunjuk, lalu beliau menyebutkan di antaranya,

“Jauhilah maksiat, karena maksiat menjadi penyebab datangnya murka Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad 5/238, Hasan Lighairihi)

Sadarilah bahwa kondisi-kondisi menyedihkan yang kita alami saat ini, sebab sesungguhnya adalah jauhnya kita dari Allah ta’ala. (Taubat Jalan Menuju Surga, Syaikh Abdul Hadi bin Hasan Wahby)

Bogor, 13 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, ketahuilah maksiat dapat melenyapkan nikmat. Allah ta’ala tidak menghilangkan kenikmatan yang terdapat pada seseorang sehingga orang itu sendirilah yang menghilangkannya.

Yaitu dengan merubah ketaatan menjadi kemaksiatan, merubah syukur menjadi kufur, merubah perkara yang mendatangkan keridhoan menjadi perkara yang mendatangkan kemurkaan.

Maksiat Dapat Melenyapkan Nikmat, Syukur Dapat Mengusir Bencana

Itulah balasan yang setimpal atas tindakannya. Sesungguhnya Allah ta’ala tidak mendzalimi hamba-Nya.

إِذَا كُنْتَ فِي نِعْمَةٍ فَارْعَهَا
فَإِنَّ المعَاصِي تُزِيْلُ النِّعَمِ

“Jika Anda mendapat nikmat, peliharalah. Sesungguhnya maksiat dapat melenyapkan nikmat.”

وَحَافِظْ عَلَيْهَا بِشُكْرِ الْإِلَهِ
فَشُكْرُ الْإِلَهِ يُزِيْلُ النِّقَمِ

“Jagalah dia dengan besyukur kepada Allah, karena bersyukur kepada Allah dapat mengusir bencana.”

Allah ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 53)

At-taubah Thoriqu ila al-Jannah, Abdul Hadi bin Hasan Wahby

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 30 November 2017

 

Read Full Article