Tag: jama’ah

Sahabat SM, para ulama salaf (terdahulu) begitu antusias dalam menjalankan serta menjaga shalat berjama’ah. Dan mereka akan bersedih ketika dirinya tertinggal shalat berjama’ah.

Dikisahkan oleh syaikh Asy-Sya’roni Asy-Syafii rahimahullah, dahulu orang-orang salaf menganggap bahwa meninggalkan shalat berjama’ah sebagai musibah.

Dikisahkan pula, dahulu ada seseorang yang sedang sibuk mengurus kebun kurmanya. Kemudian dia pulang ke rumahnya (karena waktu shalat telah tiba). Dan ternyata dia menjumpai orang-orang sudah melaksanakan shalat ashar berjama’ah. Berkatalah dia, “Saya tertinggal dari shalat berjama’ah. Saksikanlah sesungguhnya kebun kurmaku akan aku sedekahkan untuk orang-orang miskin.”

Ubaidillah bin Umar Al-Qowariri rahimahullah pernah tertinggal dari shalat berjama’ah karena sibuk menemui tamu. Waktu itu (ketika selesai menemui tamu), beliau keluar rumah untuk shalat berjama’ah di masjid. Ternyata di semua masjid sudah dilakukan shalat berjama’ah bahkan pintunya sudah ditutup. Akhirnya beliau pulang dan berkata, “Aku tahu ada hadis yang menyebutkan bahwa shalat berjama’ah pahalanya 27 derajat dibandingkan shalat sendiri.”

Akhirnya beliau shalat isya sendirian 27 kali. Kemudian beliau tidur dan ternyata bermimpi sedang menunggangi kuda dan di depannya ada rombongan kaum yang juga menunggangi kuda. Dalam perjalanannya beliau tidak bisa mendahului rombongan tersebut. Tiba-tiba salah seorang dari mereka menengok dan berkata, “Kudamu kelelahan, tidak bisa mengejar kami.” Beliau menjawab, “Tidak wahai saudaraku”. Orang tadi berkata lagi, “Karena kami shalat berjama’ah sedangkan kamu shalat sendirian”. Akhirnya beliau terbangun dari tidurnya dalam keadaan sangat bersedih. (Diringkas Dari Kitab I’anatuth)

Kiriman dari Ust. Abul Fata Miftah, Lc

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Sahabat SM, ketahuilah bahwa ada satu langkah kaki yang memiliki nilai yang sangat berharga. Langkah kaki siapakah itu?

Itu adalah langkah kaki seseorang yang berjalan menuju masjid dalam rangka menghadiri shalat berjama’ah. Siapa yang melangkahkan kakinya menuju masjid maka setiap langkahnya dihitung sebagai sedekah atasnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ

“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim, no. 1009)

Satu Langkah Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat

Selain itu, setiap langkah kaki yang diayunkan menuju masjid juga dapat menghapuskan dosa dan meninggikan derajatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 666)

Oleh karena itu sahabat, semangatlah dalam memenuhi panggilan adzan, melangkahkan kaki menuju masjid dalam rangka shalat berjama’ah terkhusus bagi laki-laki. Rugilah bagi siapa saja yang tidak tergiur dengan keutamaan yang besar ini.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article