Tag: anak

Amamah bin Harits berpesan kepada anak perempuannya tatkala membawanya kepada calon suaminya (saat pernikahan),

“Wahai anak perempuanku, bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal.

Wahai anak perempuanku, jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu.

Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku, jagalah sepuluh perkara ini.

*Pertama dan kedua*:
Perlakuan dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah (hubungan/pergaulan) melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.

*Ketiga dan keempat*:
Buatlah janji dihadapannya dan beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.

*Kelima dan keenam*:
Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.

*Ketujuh dan kedelapan*:
Jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.

*Kesembilan dan kesepuluh*:
Jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya.

Ibnu Jauzi, Ahkamu An-Nisa hal 80

Read Full Article

Sahabat SM, biasakanlah untuk menebarkan salam kepada siapa saja dari kaum muslimin yang kita temui, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ»

“Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, kalian tidak akan masuk Surga hingga beriman dan kalian tidak beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang andai kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Termasuk dalam hal ini adalah ketika kita berjumpa dengan anak kecil sekalipun. Berikanlah salam kepadanya.

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, Ia berkata,

أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ صِبْيَانٌ فَسَلَّمَ عَلَيْنَا

“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam menemui kami yang saat itu masih kanak-kanak, beliau kemudian memberi salam kepada kami.” (HR. Ibnu Majah: 3690, Shahih)

Bogor, 9 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

“Anakku… sungguh aku bangga memiliki dia. Sebab di usianya yang masih belia dengan izin Allah dia mampu membuka pikiran dan hati kami sebagai kedua orang tuanya… Selamat bagimu wahai Anakku… Dengan keinginan kuatmu telah menyampaikan pada hasil yang gemilang.”

Inilah kisah bagaimana orang tua tersadarkan oleh anaknya yang masih belia. Mari kita simak bersama penuturan kisahnya berikut:

Kisah Penggugah Hati
“Lapangkanlah Dada Keduanya untuk Sholat”

Ukuran: 4.8 MB
Durasi: 13:49 menit

Simak melalui audio player berikut:

Klik Download

Selamat menyimak.

Read Full Article