Kategori: Artikel

Sahabat SM, seringkali kita merasakan sempitnya pintu rezeki sehingga kita pun berusaha dengan susah payah agar pintu rezeki itu pun terbuka lebar. Akan tetapi, terkadang pintu rezeki begitu luas dan mudah sehingga kita pun bersegera untuk meraihnya dan tidak menunda-nundanya.

Pintu Ketaatan Seperti Pintu Rezeki

Dan ketahuilah sahabat, bahwa ketaatan pun tidak jauh berbeda dengan rezeki. Dan memang ketaatan adalah rezeki dari Allah ta’ala bagi hamba yang dapat menunaikannya.

Imam Malik rahimahullah berkata,

إن الله جعل أبواب الطاعات كأبواب الرزق فيفتح الله على هذا ما لا يفتح على هذا، فما أنت عليه خير وما أنا عليه خير

“Sesungguhnya Allah menjadikan pintu ketaatan seperti pintu rezeki. Allah membukakan untuk seseorang satu pintu yang Allah tidak bukakan untuk yang lainnya. Bagimu ada (pintu) kebaikan (yang Allah bukakan untukmu) dan bagiku ada (pintu) kebaikan yang Allah bukakan untukku.” (Syaikh Muhammad Khalifah at-Tamimi, goo.gl/ZFjuyJ)

Oleh karena itu, ketika pintu-pintu kebaikan dan ketaatan terbuka lebar dihadapan kita, maka segeralah raih. Jangan sampai kita menunda-nundanya yang pada akhirnya bisa jadi pintu ketaatan tertutup untuk kita.

Dan hendaknya engkau bergembira dan bersuka cita tatkala pintu ketaatan terbuka untukmu. Dan engkau pun bisa meraihnya karena sesungguhnya ia adalah rezeki yang agung.

Shirotul Msutaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Sahabat SM, ketahuilah bahwa ada satu langkah kaki yang memiliki nilai yang sangat berharga. Langkah kaki siapakah itu?

Itu adalah langkah kaki seseorang yang berjalan menuju masjid dalam rangka menghadiri shalat berjama’ah. Siapa yang melangkahkan kakinya menuju masjid maka setiap langkahnya dihitung sebagai sedekah atasnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَكُلُّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ

“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim, no. 1009)

Satu Langkah Menghapus Dosa dan Meninggikan Derajat

Selain itu, setiap langkah kaki yang diayunkan menuju masjid juga dapat menghapuskan dosa dan meninggikan derajatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 666)

Oleh karena itu sahabat, semangatlah dalam memenuhi panggilan adzan, melangkahkan kaki menuju masjid dalam rangka shalat berjama’ah terkhusus bagi laki-laki. Rugilah bagi siapa saja yang tidak tergiur dengan keutamaan yang besar ini.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast

Read Full Article

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM), Cara Menjawab Titipan Salam 8 Oktober 2016

Sahabat, mungkin kita sering mendapatkan titipan salam dari seseorang. Lalu bagaimana seharusnya kita menjawab titipan salam tersebut?

Dari Aisyah radliyallahu anha, bahwasanya Rosulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya,

يَا عَائِشَةُ هَذَا جَبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ فَقَالَتْ: وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى –تريد النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم

“Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu”. Aisyah berkata, “Salam juga untuknya, rahmat dan berkah Allah semoga dilimpahkan kepadanya. Engkau dapat melihat perkara-perkara yang tidak dapat aku lihat –yang dimaksud adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam-“. (HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud, dan Turmudzi)

Di dalam musnad al-Imam Ahmad terdapat tambahan , Aisyah radliyallahu anha berkata,

فَقُلْتُ: وَ عَلَيْكَ وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

“Aku menjawab, ‘Salam pula untukmu (yaitu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam) dan semoga salam, rahmat dan berkah Allah Azza wa Jalla dilimpahkan untuknya”. (HR Ahmad)

Berikan Salam Juga Kepada yang Mengantarkan Titipan Salam

Oleh karena itu sahabat, ketika kita mendapat titipan salam dianjurkan menjawab salam kepada orang yang menitipkan salam dan juga kepada orang yang mengantarkan salam tersebut, yaitu dengan ucapan seperti beikut:

وَ عَلَيْكَ وَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

_Wa ‘alaika wa ‘alaihissalamu warahmatullahi wabarakatuh_

Catatan:
– Untuk kata ganti orang kedua perempuan diganti dengan ucapan _wa ‘alaiki_
– Untuk kata ganti orang ketiga perempuan diganti dengan ucapan _wa ‘alaiha_

 

Read Full Article

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast(SM), Dunia Ibarat Bayang-bayang 6 Oktober 2016

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat, maka dia mendapatkan tiga perkara: Allah menjadikan kecukupan di hatinya, Allah mengumpulkan urusannya, dan dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina.

Barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara: Allah menjadikan kemelaratan ada di depan matanya, Allah mencerai-beraikan urusannya, dan dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja. (HR. At-Tirmidzi dan lain-lain, shahih)

Dunia ini ibarat bayang-bayang, jika dikejar engkau takkan dapat menangkapnya. Palingkan tubuhmu darinya, dan dia tak punya pilihan lain selain mengikutimu. (Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah)

Read Full Article

Sahabat SM, sadar tidak sadar kita semua sedang bergerak. Bergerak menuju kematian yang pasti. Setiap detik yang kita lalui memastikan kepada kita akan kematian yang semakin mendekat.

Berapa banyak manusia yang hidup dalam kelalaian. Sibuk mengejar dan memburu dunia, padahal dunia sedang berlari menjauhinya. Berapa banyak manusia yang lalai dari kematian, padahal kain kafannya sedang ditenun untuknya.

Berjalan Menuju Kematian

Ali bin Abi Thalib radliallahu ‘anhu berkata,

ارْتَحَلَتْ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً وَارْتَحَلَتْ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً

“Dunia telah berjalan menjauhi, sedangkan akhirat telah berjalan mendekati.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Oleh karena itu, persiapkanlah kematianmu dengan baik. Setiap orang pasti akan berusaha keras untuk mendapatkan kehidupan yang baik, maka sudah sepatutnya kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan kematian yang baik.

Baca juga artikel Semua Kita Akan Menyesal

Read Full Article

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata tentang hikmah di balik musibah,

“Allah mempersiapkan bagi hamba-hambaNya kedudukan (yang tinggi) di surga, yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan tersebut hanya dengan amalan shalih mereka. Mereka tidak akan mencapainya kecuali dengan ujian dan musibah. Maka Allah pun menyiapkan sebab-sebab yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah.” (Zaadul Ma’aad 3/221)

Kita tidak berharap untuk diuji apalagi tertimpa musibah. Akan tetapi jika hal itu datang maka kita harus bersabar.

Ingat perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah di atas. Siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kita bisa meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan amalan sholeh kita.

Karenanya, bersabarlah saat ujian, musibah dan bala’ datang, kemudian berhusnuzhanlah kepada Allah dalam ujian dan musibah. Karena hanya Dia ‘azza wa jalla yang Maha Mengetahui hikmah setiap peristiwa.

Baca juga Makna Sabar

 

Read Full Article

Sahabat SM, sudah akrab ditelinga kita tentang ungkapan yang berbunyi “Diam itu Emas”. Akan tetapi, kita pun sering mendengar bahwa tak selamanya diam itu emas. Jadi sebenarnya mana yang lebih baik, diam atau berbicara? Dalam hal ini kita harus mengetahui prinsip dalam berbicara.

Terkait hal ini, kita bisa melihat pandangan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Beliau berkata,

فالتكلم بالخير خير من السكوت عنه، والصمت عن الشر خير من التكلم به.

“Berbicara yang baik, lebih baik dibanding diam. Dan diam, tidak berbicara yang buruk, lebih baik dibanding mengucapkannya.” (Majmu’ul Fatawa, jilid 11 hlm. 200)

Bicara Baik atau Diam

Kaidah yang beliau kemukakan ini merupakan realisasi dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

من كان يؤمن باللّه واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. (Muttafaqun ‘alaih)

Inilah prinsip yang bisa kita pegang sebagai seorang yang beriman untuk menentukan mana yang lebih baik kita lakukan, berbicara atau diam saja.

Baca tulisan terkait di telegram https://t.me/shirotulmustaqim/76

Read Full Article

Sahabat SM, hidup di zaman sekarang ini kalau dibilang zaman susah tapi kenyataannya semakin banyak mobil di jalanan. Kalau dibilang zaman enak, tapi pada banyak yang ngeluh susah. Bisa jadi mungkin inilah yang dinamakan hilangnya keberkahan negeri ketika kemaksiatan begitu menyebar di suatu negeri.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “…Terhambatnya pengabulan doa, hati yang keras, tercabutnya keberkahan dalam urusan rezeki dan umur,…itu semua terlahir dari kemaksiatan.” (Al Fawa’id, hal. 35-36)

Keimanan dan Ketakwaan Membuka Pintu Keberkahan Negeri

Sungguh kebaikan pada suatu negeri akan didapatkan ketika pintu keberkahan dari Allah terbuka. Dan tidaklah pintu keberkahan itu dibuka melainkan dengan syarat keimanan dan ketakwaan penduduknya.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

Oleh karena itu, marilah jauhi kemaksiatan. Pupuk keimanan dan ketakwaan kita, keluarga kita, dan masyarakat kita.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast (SM)

Read Full Article

Apa yang Menyebabkan Engkau Masuk Neraka?

Sahabat SM, Allah ta’ala telah menjelaskan kepada kita betapa ngerinya neraka. Salah satunya adalah apa yang Allah firmankan di dalam Al-Qurán Surat Al-Muddatsir ayat yang ke 26-30 ketika menjelaskan tentang Saqar (neraka).

Allah ta’ala berfirman,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ

“Tahukah kamu apakah neraka Saqar itu? Engkau tidak akan bertahan hidup di neraka Saqar, dan penghuninya tidak akan dibiarkan lepas tanpa siksa. Neraka Saqar menjadikan kulit penghuninya berganti baru setiap kali hangus terbakar.”

Read Full Article

Sahabat SM, ketahuilah bahwa kelak semua kita akan menyesal. Kenapa kita menyesal dan apa yang kita sesali? Yang kita sesali adalah hari-hari yang kita lalui, sedang kita terlewat untuk beramal shalih.

Allah ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ, لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku(ke dunia), agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan’.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)

Jangan Sampai Menyesal

Setiap saat mungkin kesempatan-kesempatan untuk beramal shaleh datang silih berganti di depan kita. Tetapi berapa banyak kesempatan yang kita tunda dan pada akhirnya terlewatkan begitu saja tanpa bisa kita raih. Kesempatan-kesempatan seperti itulah yang nanti kita akan sesali di akhirat kelak.

Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu-waktu ini untuk meraup amal sholeh sebelum datang masa di mana tidak ada lagi kesempatan untuk beramal dan yang ada hanyalah perhitungan amal (hisab).

Ali bin Abi Thalib radliallahu ‘anhu pernah mengatakan,

إِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ

“Sesungguhnya hari ini (di dunia) adalah tempat beramal tanpa ada hisab, sedangkan besok (di akhirat) adalah tempat hisab (perhitungan) tanpa ada kesempatan untuk beramal.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

Shirotul Mustaqim Whatsapp Brodcast

Read Full Article