Kategori: Artikel

Jaga Indera Kita.

Sahabat SM, tentu kita sudah tahu apa itu panca indera (mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit). Dengan indera inilah seorang manusia memiliki kontak dengan lingkungannya.

Sadarilah sahabat bahwa dari kelima indera tersebut, ada tiga indera yang harus benar-benar dikawal oleh kita. Yaitu mata, telinga, dan lidah atau lisan kita.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?” (At-Tirmidzi no. 2616, shahih)

Semoga Allah ta’ala melindungi kita dari ketergelinciran indera-indera kita. Aamiin

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 25 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, di musim Natal ini orang mulai memasang dan memakai lambang Nashrani, salah satunya adalah topi Natal. Anehnya bukan hanya mereka yang beragama Nashrani saja, tetapi ada saja sebagian orang Islam yang turut pula memakai atribut agama Nashrani ini.

Ini menunjukkan bahwa sebagian kaum muslimin telah kehilangan jati dirinya sampai atribut agama lain pun dia kenakan tanpa beban.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ » . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »

“Sungguh kalian (umat islam) akan mengikuti kaum sebelum kalian, sama persis seperti jengkal kanan dengan jengkal kiri atau seperti hasta kanan dengan hasta kiri. Hingga andai mereka masuk ke lubang biawak gurun, kalian pun akan mengikuti mereka.”

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yang anda maksud orang Yahudi dan Nasranni?”

Jawab beliau, “Siapa lagi (kalau bukan mereka).” (HR. Bukhari 7320 & Muslim 6952)

Ketahuilah sahabat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam dengan tegas bagi orang yang tasyabuh (meniru) tradisi agama lain.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud 4033 – Shahih)

Oleh karena itu wahai sahabat, jauhilah perkara ini, jangan ikut-ikutan memakai atribut natal.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Jangan Ikut-ikutan Memakai Topi Natal

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sudah sering kita mendengar ucapan Selamat Natal yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin kepada orang-orang Nasrani ketika memasuki Hari Natal tanggal 25 Desember.

Masalah ini sebenarnya masalah yang sudah sangat jelas hukumnya dalam Islam akan tetapi sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

Jika kalian kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) kalian dan Dia TIDAK MERIDHOI kekafiran bagi hambaNya.” (QS. Az-Zumar: 7)

Mengucapkan selamat natal menunjukkan keridhoan akan kekufuran yang mereka lakukan, padahal Allah ta’ala dalam ayat di atas menyatakan ketidakridhoan akan kekafiran bagi hambaNya.

Bahkan ketahuilah sahabat bahwa ucapan selamat natal ini lebih besar dosanya daripada sekedar mengucapkan selamat atas pembuhuhan, perzinahan, dan lain sebagainya. Karena dosa kekafiran jauh lebih besar daripada dosa-dosa kemaksiatan tersebut.

Jadi barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan atau kekufuran, berarti ia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah ta’ala.

Hukum Mengucapan Selamat Natal

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, saat ini sedang ramai diperbincangkan. Bahkan ada pembelaan dari sebagian orang terhadap kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Allah ta’ala dan Rasul-Nya benar-benar melaknat perbuatan tersebut.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

(لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ (ثَلاثًا

“Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali).” (HR. Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah dalam Al-Kabair berkata,

“Sungguh Allah telah menyebutkan kepada kita kisah kaum Luth dalam beberapa tempat dalam Al-Qur’an Al-Aziz, Allah telah membinasakan mereka akibat perbuatan keji mereka. Kaum muslimin dan selain mereka dari kalangan pemeluk agama yang ada, bersepakat bahwa homoseks termasuk dosa besar”.

Penyimpangan yang besar ini kalau dibiarkan atau bahkan direstui dapat mengundang adzab yang sangat besar dan dahsyat sebagaimana Allah ta’ala telah mengadzab kaum nabi Luth.

Allah ta’ala berfirman,

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيل.

“Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (QS. Al-Hijr: 74)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 20 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, berikut ini adalah amalan-amalan dalam hidupmu yang akan tetap mengalirkan pahala untukmu setelah kematianmu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ :

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا –
أَوْ أَجْرَى نَهْرًا –
أَوْ حَفَرَ بِئْرًا –
أَوْ غَرَسَ نَخْلاً –
أَوْ بَنَى مَسْجِدًا –
أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا –
أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ –

“Ada tujuh amalan yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu):
– Orang yang mengajarkan suatu ilmu,
– Mengalirkan sungai,
– Menggali sumur,
– Menanamkan kurma,
– Membangun masjid,
– Mewariskan mushaf,
– Meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.
(HR. Al-Bazzar dalam Kasyful Astar, Hasan)

Jangan engkau haramkan dirimu untuk mendapatkan keutamaan tersebut walau engkau hanya mampu melaksanakan satu dari amalan tersebut yang paling mudah bagimu.

Pilihlah dari amalan-amalan tersebut yang mampu engkau lakukan. Seandainya engkau tidak mampu, lakukanlah yang paling mudah dari tujuh amalan tersebut yaitu engkau membeli sebuah mushaf Al-Qur’an dan mewakafkannya untuk masjid.

Bimbing pula anakmu menjadi anak yang sholih agar senantiasa memohonkan ampun untukmu.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 12 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Jangan Remehkan Kebaikan Walaupun Kecil.

Sahabat SM, setiap kebaikan yang bisa engkau raih hendaklah engkau lakukan, baik itu ucapan maupun perbuatan.

Bahkan sekecil apapun kebaikan yang bisa engkau lakukan, maka lakukanlah dengan ikhlas dan penuh pengharapan kepada Allah.

Sekecil apapun itu di pandanganmu, jangan pernah engkau remehkan kebaikan itu. Karena bisa jadi engkau mendapatkan ampunan dengannya.

Allah ta’ala berfirman,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apapun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah: 7)

Al-Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata,

لا ينبغي للعاقل المؤمن أن يحتقر شيئًا من أعمال البر، فربما غُفر له بأقلِّها

“Tidak sepantasnya bagi seorang yang berakal yang beriman untuk meremehkan sedikitpun dari amal-amal kebaikan, karena bisa jadi dia akan mendapatkan ampunan dengan sebab amal yang paling kecil.” (At-Tamhid, jilid 12 hlm. 22)

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 9 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, akhir-akhir ini kita sering mendengar kembali berbagai musibah dan bencana menimpa berbagai daerah di Indonesia.

Maka siapa saja dari kaum muslimin yang mengiginkan penjagaan terhadap diri, keluarga, dan harta kita, maka janganlah engkau lalai dari dzikir ini.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda, Tidaklah seorang hamba yang membaca pada pagi dan sore hari di setiap harinya,

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan menyebut nama Allah yang tidaklah sesuatu yang ada di bumi dan di langit akan celaka dengan nama-Nya, dan Dia Maha mendengar lagi Maha mengetahui)”_ sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan dicelakakan oleh sesuatu apapun. (HR. Imam Ahmad, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah, hasan shahih)

Sesungguhnya ini adalah dzikir yang sangat dibutuhkan bagi seorang muslim yang dengannya Allah ta’ala akan menjaganya dari segala musibah, bencana, dan yang semisalnya. Akan tetapi kebanyakan dari kita lalai dari dzikir ini.

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 6 Desember 2017

~Ditulis ulang dari materi SM tanggal 5 April 2017 dengan sedikit tambahan dan penyesuaian

 

Read Full Article

Dapatkan Ganjaran Shalat Semalam Suntuk

Sahabat SM, tahukah bahwa di sana ada amalan yang mudah yang dengannya engkau akan mendapatkan ganjaran seperti shalat semalam suntuk?

Jika engkau merutinkannya selama hidupmu maka seakan-seakan engkau melaksanakan shalat semalam suntuk selama hidup Anda. Bahkan walaupun engkau tidur di malam-malam tersebut di atas kasurmu.

Yaitu cukup bagimu untuk menjaga shalat Isya dan shalat Subuh secara berjamaah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat semalaman penuh.” (HR. Muslim, 656)

Keutamaan yang besar ini sangat terbuka bagi kita setiap malam. Akankah kita melewatkannya begitu saja?

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 5 Desember 2017

Read Full Article

Wahai Para Suami Nafkahmu Sedekahmu.

Sahabat SM, ada satu hal besar yang sering kali luput dari kebanyakan orang. Mereka tidak menyadari bahwa apa-apa yang mereka berikan kepada keluarga dapat bernilai pahala besar.

Ketahuilah bahwa apa-apa yang seorang suami nafkahkan untuk keluarganya maka sesungguhnya ia adalah sedekah baginya. Bahkan walau hanya sekedar satu suapan nasi sekalipun maka itu sedekah baginya.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda,

وَمَهْمَا أَنْفَقْتَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ حَتَّى الْلُقْمَةَ فِي فِي امْرَأَتِك

“Apa pun yang engkau nafkahkan maka itu teranggap sebagai sedekah bagimu sampaipun suapan yang engkau berikan ke mulut istrimu.” (HR. Bukhari no. 5354 dan Muslim no. 1628)

Namun yang perlu diperhatikan bahwa nafkah itu akan bernilai sedekah bila dibarengi dengan niat karena Allah atau ihtisab mengharap pahala dari Allah ta’ala.

Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ يَحْتَسِبُهَا كَانَتْ لَهُ صَدَقَةٌ

“Apabila seorang muslim memberi nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala dengannya maka nafkah tadi teranggap sebagai sedekahnya.” (HR. Bukhari no. 55 dan Muslim no. 1002)

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 1 Desember 2017

Read Full Article

Sahabat SM, ketahuilah maksiat dapat melenyapkan nikmat. Allah ta’ala tidak menghilangkan kenikmatan yang terdapat pada seseorang sehingga orang itu sendirilah yang menghilangkannya.

Yaitu dengan merubah ketaatan menjadi kemaksiatan, merubah syukur menjadi kufur, merubah perkara yang mendatangkan keridhoan menjadi perkara yang mendatangkan kemurkaan.

Maksiat Dapat Melenyapkan Nikmat, Syukur Dapat Mengusir Bencana

Itulah balasan yang setimpal atas tindakannya. Sesungguhnya Allah ta’ala tidak mendzalimi hamba-Nya.

إِذَا كُنْتَ فِي نِعْمَةٍ فَارْعَهَا
فَإِنَّ المعَاصِي تُزِيْلُ النِّعَمِ

“Jika Anda mendapat nikmat, peliharalah. Sesungguhnya maksiat dapat melenyapkan nikmat.”

وَحَافِظْ عَلَيْهَا بِشُكْرِ الْإِلَهِ
فَشُكْرُ الْإِلَهِ يُزِيْلُ النِّقَمِ

“Jagalah dia dengan besyukur kepada Allah, karena bersyukur kepada Allah dapat mengusir bencana.”

Allah ta’ala berfirman,

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“(Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 53)

At-taubah Thoriqu ila al-Jannah, Abdul Hadi bin Hasan Wahby

Materi Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
Bogor, 30 November 2017

 

Read Full Article