Kategori: Materi Whatsapp

Sahabat SM, ketahuilah bahwa membaca al-Qur’an di malam hari memiliki ganjaran berupa harta berharga yang lebih baik dari dunia dan seisinya.

Baik engkau membaca al-Qur’an tersebut di dalam shalat malammu atau pun membacanya saja tanpa melakukan shalat malam. Kedua-duanya sama memiliki keutamaan yang sangat agung ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من قرأ عشر آيات في ليلة كتب له قنطار ، والقنطار خير من الدنيا وما فيها

“Barangsiapa yang membaca 10 ayat di malam hari maka dicatat untuknya satu “qinthar”, dan satu “qinthar” itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Shahih At-Targib wa At-Tarhib)

Yuk bersama-sama berusaha mengejar keutamaan ini. Setiap malam tiba kita buka mushaf al-Qur’an dan membacanya minimal 10 ayat saja.

Hanya 10 ayat saja…!! Insya Allah sangat ringan…

 

Bogor, 15 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, maksiat adalah sebab kehinaan seorang hamba di sisi Rabb-nya.

Jika seseorang telah rendah dalam penilaian Allah ta’ala, maka tidak ada seorang pun yang menghormatinya.

Allah ta’ala berfirman,

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ

“Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.” (QS. Al-Hajj: 18)

Demikian juga jika seseorang telah hina di sisi Allah ta’ala, maka terputuslah sebab-sebab kebaikan dan terbukalah sebab-sebab keburukan.

Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperingatkan kita untuk meninggalkan maksiat karena dampaknya yang buruk, baik terhadap individu ataupun masyarakat.

Dari Muadz bin Jabal radliallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku dengan sepuluh petunjuk, lalu beliau menyebutkan di antaranya,

“Jauhilah maksiat, karena maksiat menjadi penyebab datangnya murka Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad 5/238, Hasan Lighairihi)

Sadarilah bahwa kondisi-kondisi menyedihkan yang kita alami saat ini, sebab sesungguhnya adalah jauhnya kita dari Allah ta’ala. (Taubat Jalan Menuju Surga, Syaikh Abdul Hadi bin Hasan Wahby)

Bogor, 13 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, di sana ada kalimat yang sangat mudah yang telah Nabi kita kabarkan. Bahwa barangsiapa yang mengucapkannya ketika ia hendak tidur di atas tempat tidurnya, maka dosa-dosanya akan terhapus.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من قال حين يأوي إلى فراشه:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له
له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
ﻻ حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
سبحان الله والحمدلله
وﻻ إله إلا الله والله أكبر
غفرت له ذنوبه أو خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر

“Barangsiapa yang ketika hendak tidur mengucapkan:

Laa ilaaha illallah wahdahuula syariikalah
Lahul mulku walahul hamdu wa hua ‘ala kulii syaiin qodiir
Laa haula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adzim
Subhaanalloh walhamdulillah
Wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar

maka diampuni baginya dosa-dosanya atau kesalahan-kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. An-Nasai dan Ibnu Hibban dalam shahihnya)

Bayangkan seandainya setiap malam engkau merutinkan dzikir ini. Berapa banyak dosa-dosamu yang terhapus. Sungguh sangat beruntung bagi siapa saja yang dosa-dosanya terbersihkan.

Buatlah pengingat dengan menempelkan kalimat ini di dinding tempat tidur Anda sehingga senantiasa terlihat dan mengigatkan Anda untuk mengucapkan dzikir ini setiap kali hendak tidur.

Sahabat SM, kami ucapkan selamat membersihkan dosa-dosa di malam ini dan malam-malam berikutnya.

Bogor, 11 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang rajin beristighfar. Padahal beliau adalah manusia yang telah diampuni oleh Allah ta’ala baik yang telah lalu maupun yang akan datang.

Tidaklah beliau duduk bermajelis kecuali beliau beristighfar sebanyak 100x.

Hal ini sebagaimana hadits dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma,

إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ « رَبِّ اغْفِرْ لِى وَتُبْ عَلَىَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Sungguh kami dahulu benar-benar menghitung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam satu majelis sebanyak 100 kali. Beliau mengucapkan:

Rabbighfir lii wa tub ‘alayya, innaka antattawwaburrahim
Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi taubat dan Maha Pengampu.” (Sunan Abu Dawud: 1295)

Sahabat SM, jika Anda menghendaki keberkahan dalam hari-harimu, kesehatan badanmu, kebahagiaan hidupmu, bimbingan untuk diri dan keluargamu, kesholehan anak-anakmu, dan luasnya rizkimu, maka hendaknya engkau melazimkan dan memperbanyak istighfar.

Ucapkanlah kalimat istighfar ini dengan menghadirkan hati. Beristighfar dengan maksud bertaubat dari dosa-dosa yang kita lakukan.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Bogor, 10 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, biasakanlah untuk menebarkan salam kepada siapa saja dari kaum muslimin yang kita temui, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ»

“Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, kalian tidak akan masuk Surga hingga beriman dan kalian tidak beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang andai kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Termasuk dalam hal ini adalah ketika kita berjumpa dengan anak kecil sekalipun. Berikanlah salam kepadanya.

Dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, Ia berkata,

أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ صِبْيَانٌ فَسَلَّمَ عَلَيْنَا

“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam menemui kami yang saat itu masih kanak-kanak, beliau kemudian memberi salam kepada kami.” (HR. Ibnu Majah: 3690, Shahih)

Bogor, 9 Januari 2018

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Doa Keluar Rumah. Barangsiapa yang Mengucapkannya Ketika Keluar dari Rumah, Maka Allah Akan Melindunginya.

Sahabat SM, ada kalimat yang yang mudah yang barangsiapa yang mengucapkannya ketika dia keluar dari rumahnya, maka Allah akan mencukupkannya dan melindunginya dari keburukan yang ditimbulkan oleh manusia dan jin.

Allah akan menjaganya dari tipu daya, keburukan dan gangguan syaitan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ يَعْنِي إِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ: بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ. يُقَالُ لَهُ: كُفِيتَ وَوُقِيتَ وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ

“Barangsiapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan: BISMILLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (dengan nama Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan dengan pertolongan Allah) maka dikatakan baginya, engkau telah mendapatkan kecukupan, telah mendapat pertolongan dan setan menjauh darimu.” (HR. At-Tirmidzi)

Sungguh kalimat yang mudah, akan tetapi memiliki manfaat yang sangat besar. Ajarkanlah kalimat ini kepada anak-anak dan keluarga Anda.

Bimbinglah mereka untuk mengamalkannya ketika keluar dari rumah. Semoga Allah menghindarkan diri dan keluarga Anda dari segala keburukan.

Bogor, 1 Januari 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sering kali kita dihinggapi kegundahan, kegalauan, dan kesedihan.

Tentu keadaan seperti tidak mengenakan diri kita. Sehingga siapa saja yang terserang tiga hal ini menginginkannya segera hilang darinya hal-hal tersebut.

Oleh karena itu, kenalilah penyebab kegundahan, kegalauan, dan kesedihan itu agar kita dapat mengusirnya dari jiwa-jiwa kita.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

إنما تكون الهموم والغموم والحزان من جهتين؛ إحداهما الرغبة في الدنيا والحرص عليها؛ والثاني التقصير في أعمال البر والطاعة
-عدة الصابرين: ٢٥٦-

Sesungguhnya kegundahan, kegalauan, dan kesedihan itu disebabkan oleh dua faktor:

Pertama: Terlalu condong dan berambisi terhadap dunia.
Kedua: Kurangnya amal kebaikan dan ketaatan. (‘Iddatu Ash Shobirin, 256)

Oleh karena itu, jika kita menginginkan tiga hal tersebut hilang dari hati-hati kita, maka jangan biarkan hatimu terlalu condong terhadap dunia dan perbanyaklah amal-amal kebaikan dan ketaatan.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 27 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Jaga Indera Kita.

Sahabat SM, tentu kita sudah tahu apa itu panca indera (mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit). Dengan indera inilah seorang manusia memiliki kontak dengan lingkungannya.

Sadarilah sahabat bahwa dari kelima indera tersebut, ada tiga indera yang harus benar-benar dikawal oleh kita. Yaitu mata, telinga, dan lidah atau lisan kita.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?” (At-Tirmidzi no. 2616, shahih)

Semoga Allah ta’ala melindungi kita dari ketergelinciran indera-indera kita. Aamiin

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Bogor, 25 Desember 2017

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, di musim Natal ini orang mulai memasang dan memakai lambang Nashrani, salah satunya adalah topi Natal. Anehnya bukan hanya mereka yang beragama Nashrani saja, tetapi ada saja sebagian orang Islam yang turut pula memakai atribut agama Nashrani ini.

Ini menunjukkan bahwa sebagian kaum muslimin telah kehilangan jati dirinya sampai atribut agama lain pun dia kenakan tanpa beban.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ » . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »

“Sungguh kalian (umat islam) akan mengikuti kaum sebelum kalian, sama persis seperti jengkal kanan dengan jengkal kiri atau seperti hasta kanan dengan hasta kiri. Hingga andai mereka masuk ke lubang biawak gurun, kalian pun akan mengikuti mereka.”

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yang anda maksud orang Yahudi dan Nasranni?”

Jawab beliau, “Siapa lagi (kalau bukan mereka).” (HR. Bukhari 7320 & Muslim 6952)

Ketahuilah sahabat bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam dengan tegas bagi orang yang tasyabuh (meniru) tradisi agama lain.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud 4033 – Shahih)

Oleh karena itu wahai sahabat, jauhilah perkara ini, jangan ikut-ikutan memakai atribut natal.

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini dengan tetap mencantumkan sumber, insya Allah pahala besar menanti Anda.

Jangan Ikut-ikutan Memakai Topi Natal

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article

Sahabat SM, sudah sering kita mendengar ucapan Selamat Natal yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin kepada orang-orang Nasrani ketika memasuki Hari Natal tanggal 25 Desember.

Masalah ini sebenarnya masalah yang sudah sangat jelas hukumnya dalam Islam akan tetapi sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

Jika kalian kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) kalian dan Dia TIDAK MERIDHOI kekafiran bagi hambaNya.” (QS. Az-Zumar: 7)

Mengucapkan selamat natal menunjukkan keridhoan akan kekufuran yang mereka lakukan, padahal Allah ta’ala dalam ayat di atas menyatakan ketidakridhoan akan kekafiran bagi hambaNya.

Bahkan ketahuilah sahabat bahwa ucapan selamat natal ini lebih besar dosanya daripada sekedar mengucapkan selamat atas pembuhuhan, perzinahan, dan lain sebagainya. Karena dosa kekafiran jauh lebih besar daripada dosa-dosa kemaksiatan tersebut.

Jadi barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan atau kekufuran, berarti ia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah ta’ala.

Hukum Mengucapan Selamat Natal

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast
SM Center: +62 815 8559 4149
PIN BB: D78DCDDC
Telegram t.me/shirotulmustaqim
www.shirotulmustaqim.com

Read Full Article