Penulis: admin

Sahabat SM, sudah akrab ditelinga kita tentang ungkapan yang berbunyi “Diam itu Emas”. Akan tetapi, kita pun sering mendengar bahwa tak selamanya diam itu emas. Jadi sebenarnya mana yang lebih baik, diam atau berbicara? Dalam hal ini kita harus mengetahui prinsip dalam berbicara.

Terkait hal ini, kita bisa melihat pandangan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Beliau berkata,

فالتكلم بالخير خير من السكوت عنه، والصمت عن الشر خير من التكلم به.

“Berbicara yang baik, lebih baik dibanding diam. Dan diam, tidak berbicara yang buruk, lebih baik dibanding mengucapkannya.” (Majmu’ul Fatawa, jilid 11 hlm. 200)

Bicara Baik atau Diam

Kaidah yang beliau kemukakan ini merupakan realisasi dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

من كان يؤمن باللّه واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. (Muttafaqun ‘alaih)

Inilah prinsip yang bisa kita pegang sebagai seorang yang beriman untuk menentukan mana yang lebih baik kita lakukan, berbicara atau diam saja.

Baca tulisan terkait di telegram https://t.me/shirotulmustaqim/76

Read Full Article

Rumah tangga yang penuh dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah dapat diraih dengan membangun keluarga di atas dasar-dasar yang benar, tujuan-tujuan agung, dan cara-cara yang baik. Rumah tangga itu seharusnya menjadi markas utama penyemaian benih-benih keimanan, penanaman akidah yang kokoh.

Simak penjelasan selengkapnya pada rubrik berikut ini

Rubrik: Keluarga Sakinah
Judul: Menabur Benih-benih Keimanan di Dalam Rumah Tangga
Pemateri: Ust. Arifin, S.H.I.

Ukuran: 9.2 MB
Durasi: 26:44 menit

Simak penjelasan Menabur Benih-benih Keimanan di Dalam Rumah Tangga melalui audio player berikut:

atau klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

Selamat menyimak.

Read Full Article

Sahabat SM, hidup di zaman sekarang ini kalau dibilang zaman susah tapi kenyataannya semakin banyak mobil di jalanan. Kalau dibilang zaman enak, tapi pada banyak yang ngeluh susah. Bisa jadi mungkin inilah yang dinamakan hilangnya keberkahan negeri ketika kemaksiatan begitu menyebar di suatu negeri.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “…Terhambatnya pengabulan doa, hati yang keras, tercabutnya keberkahan dalam urusan rezeki dan umur,…itu semua terlahir dari kemaksiatan.” (Al Fawa’id, hal. 35-36)

Keimanan dan Ketakwaan Membuka Pintu Keberkahan Negeri

Sungguh kebaikan pada suatu negeri akan didapatkan ketika pintu keberkahan dari Allah terbuka. Dan tidaklah pintu keberkahan itu dibuka melainkan dengan syarat keimanan dan ketakwaan penduduknya.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

Oleh karena itu, marilah jauhi kemaksiatan. Pupuk keimanan dan ketakwaan kita, keluarga kita, dan masyarakat kita.

Shirotul Mustaqim Whatsapp Broadcast (SM)

Read Full Article

Setelah mengkaji tentang syarat-syarat pada pembahasan yang telah lalu dimana syarat-syarat shalat tersebut wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan sholat, maka dalam pembahasan kali ini akan dibahas tentang rukun-rukun shalat.

Simak penjelasannya pada rubrik berikut ini

Rubrik: Fiqih
Judul: Rukun-rukun Shalat
Pemateri: Ust. Ibrahim Bafadhol, Lc., M.Pd.I.

Ukuran: 8.5 MB
Durasi: 24:51 menit

Simak penjelasan rukun-rukun shalat melalui audio player berikut:

atau klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

Selamat menyimak.

Read Full Article

Apa yang Menyebabkan Engkau Masuk Neraka?

Sahabat SM, Allah ta’ala telah menjelaskan kepada kita betapa ngerinya neraka. Salah satunya adalah apa yang Allah firmankan di dalam Al-Qurán Surat Al-Muddatsir ayat yang ke 26-30 ketika menjelaskan tentang Saqar (neraka).

Allah ta’ala berfirman,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ

“Tahukah kamu apakah neraka Saqar itu? Engkau tidak akan bertahan hidup di neraka Saqar, dan penghuninya tidak akan dibiarkan lepas tanpa siksa. Neraka Saqar menjadikan kulit penghuninya berganti baru setiap kali hangus terbakar.”

Read Full Article

Alhamdulillah bahagia rasanya pada hari Ahad, 22 Oktober 2017 (malam senin) kami telah melaksanakan program terbaru yang kami beri nama program “BERBAGI KEBAHAGIAAN ITU SIMPLE (BKS)“, yaitu suatu program yang bertujuan untuk memasukkan rasa gembira kepada mereka yang mengalami kesulitan ekonomi dari kalangan dhuafa dengan memberikan bingikisan kecil.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Read Full Article

Penjelasan adab-adab berdoa yang perlu diketahui oleh seorang muslim.

Rubrik: Bimbingan Dzikir dan Doa
Pemateri: Ust. Zaenal Arifin, Lc.

Ukuran: 2.6 MB
Durasi: 07:42 menit

Adab Berdoa Bagian 1

Silahkan simak melalui audio player berikut:

atau klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

Selamat menyimak.

Read Full Article

Sahabat SM, ketahuilah bahwa kelak semua kita akan menyesal. Kenapa kita menyesal dan apa yang kita sesali? Yang kita sesali adalah hari-hari yang kita lalui, sedang kita terlewat untuk beramal shalih.

Allah ta’ala berfirman,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ, لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku(ke dunia), agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan’.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)

Jangan Sampai Menyesal

Setiap saat mungkin kesempatan-kesempatan untuk beramal shaleh datang silih berganti di depan kita. Tetapi berapa banyak kesempatan yang kita tunda dan pada akhirnya terlewatkan begitu saja tanpa bisa kita raih. Kesempatan-kesempatan seperti itulah yang nanti kita akan sesali di akhirat kelak.

Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu-waktu ini untuk meraup amal sholeh sebelum datang masa di mana tidak ada lagi kesempatan untuk beramal dan yang ada hanyalah perhitungan amal (hisab).

Ali bin Abi Thalib radliallahu ‘anhu pernah mengatakan,

إِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ

“Sesungguhnya hari ini (di dunia) adalah tempat beramal tanpa ada hisab, sedangkan besok (di akhirat) adalah tempat hisab (perhitungan) tanpa ada kesempatan untuk beramal.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari)

Shirotul Mustaqim Whatsapp Brodcast

Read Full Article

Riwayat berkenaan dengan kisah antara Umar bin Khaththab dengan Abu Musa Al-Asyari dan sekretarisnya ini diangkat oleh al-imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya ketika menjelaskan firman Allah ta’ala dalam QS. Al-Maidah 51,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali kalian, sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kalian mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al-Maidah: 51)

Diriwayatkan bahwasanya Umar bin Khaththab radliallahu ‘anhu pernah memerintahkan Abu Musa al-Asyari radliallahu ‘anhu untuk

Read Full Article

Berhadapan dengan Dua Kematian

Berikut adalah penuturan kisah seseorang yang berhadapan dengan dua kematian. Dituturkan dalam kisah ini, “Kita dikagetkan oleh jenazah yang datang melintas. Namun kita bermain-bermain ketika jenazah itu sudah pergi tanpa bekas seperti takutnya segerombolan kambing dari serangan serigala, jika serigala telah berlalu, mereka kembali lagi bersuka ria….”

Simak penuturan kisah selengkapnya dalam rubrik berikut.

Rubrik: Kisah Penggugah Hati
Judul: Berhadapan dengan Dua Kematian

Ukuran: 5.8 MB
Durasi: 16:45 menit

Silahkan simak melalui audio player berikut:

atau klik Download | Mirror 1 | Mirror 2

Selamat menyimak.

Read Full Article